Logo Bloomberg Technoz

BI Lapor Buka Repo Tenor Variatif demi Likuiditas Bank

Mis Fransiska Dewi
18 June 2026 15:25

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjoyo saat pertembuan tahunan Bank Indonesia 2024. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjoyo saat pertembuan tahunan Bank Indonesia 2024. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) memaparkan arah  bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan salah satunya adalah dengan repurchase agreement (repo).

Menurut Perry hal ini dilakukan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan memastikan pertumbuhan uang primer lebih dari 10% (double digit) sesuai dengan ekspansi moneter.

“Termasuk melalui pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan sebagai instrumen utama ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia bagi perbankan,” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (18/6/2026).


Selain itu, Bank Indonesia juga membeli SBN yang hingga 17 Juni 2026 mencapai Rp156,98 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp76,62 triliun.

Sementara itu, BI melaporkan bahwa Uang primer (M0) pada Mei 2026 tumbuh sebesar 14,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan April 2026 sebesar 14,1% (yoy).