Logo Bloomberg Technoz

Eniya mengatakan volume biodiesel untuk B50 masih menunggu finalisasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.

Dengan begitu, volume alokasi biodiesel B50 yang diprediksi mencapai 15,64 juta kiloliter (kl) masih berpotensi meningkat.

Alasannya, kata Eniya, Kementerian ESDM masih mengkaji besaran yang dibutuhkan untuk menghadapi momentum peningkatan konsumsi seperti periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

“Volume [masih dibahas]. Karena kan perkiraan Nataru, perkiraan ini kan dihitung semua. Gitu. Terus kesiapan volume dari FAME-nya juga,” tegas Eniya.

Eniya sempat menyinggung bahwa alokasi biodiesel yang ditetapkan untuk tahun ini naik 12,5% menjadi 17,6 juta kl dari alokasi awal sebesar 15,64 juta kl, sebab program B50 bakal diterapkan 1 Juli 2026.

Eniya menjelaskan alokasi baru biodiesel sebesar 17.602.168 kl bakal ditetapkan melalui keputusan menteri (kepmen) ESDM, yang direncanakan terbit bulan ini.

Awal pekan ini, Eniya menyebut penerapan mandatori B50 masih menunggu sejumlah kepmen. Dalam kaitan itu, Eniya mengungkapkan aspek pembiayaan dan alokasi volume juga menjadi krusial dalam masa transisi menuju B50.

"Ada kepmen mandatori B50 jalan, plus [kepmen] spesifikasi untuk B50-nya. Terus kepmen alokasi juga," ujar Eniya saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).

Selain mengatur kuota alokasi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang akan diserap oleh badan usaha bahan bakar nabati (BBN), pemerintah juga akan merilis kepmen yang mengatur standar spesifikasi kualitas biodiesel.

Eniya menegaskan spesifikasi teknis untuk B50 dipastikan akan mengalami perubahan signfikan dan menjadi lebih ketat dibandingkan dengan program B35 atau B40 yang berjalan sebelumnya.

Standar ketat ini berlaku mulai dari hulu, yakni pada kualitas B100 (biodiesel murni) sebelum dicampur menjadi B50.

"Jadi kan spek dari B100 untuk dicampur ke B50 itu ditetapkan. Iya berubah, kan lebih ketat," ujar Eniya.

Eniya, dalam kesempatan sebelumnya, mengungkapkan uji jalan B50 telah selesai pada akhir Mei. Adapun, uji jalan telah dilakukan sejauh 50 ribu kilometer (km), yang diterapkan pada berbagai mesin dan komponen kendaraan jarak jauh.

Dia menambahkan, meski terdapat dua sektor lagi yang belum menyelesaikan 100% uji coba, hal ini tidak mengubah target mandatori B50 pada semester kedua tahun ini atau tepatnya mulai 1 Juli 2026.

“Iya, per satu Juli. Gini, walaupun dua [sektor] itu tertinggal, tetapi kan mostly hasil uji sampai 50.000 km itu melampaui spesifikasi yang ada. Maksudnya gini, kalau dipasang filter, 10.000 km sudah harus ganti, ternyata dia sampai 30.000 km enggak ganti [filter], dan ini bagus,” jelasnya.

(azr/wdh)

No more pages