Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan poin yang tertera, Departemen Keuangan AS akan langsung menerbitkan "izin khusus untuk ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia, serta turunannya" segera setelah MoU ditandatangani. Sebagai timbal balik, AS akan mencabut blokade angkatan lautnya, dan kedua negara berkomitmen memastikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz kembali ke level normal sebelum perang dalam waktu 30 hari.

Draf tersebut juga menuliskan bahwa AS beserta mitra regionalnya akan menyusun rencana rehabilitasi ekonomi Iran dengan jaminan pembiayaan minimal US$300 miliar. Namun, dokumen tersebut tidak memberikan rincian mengenai jadwal pencairan aset Iran yang dibekukan. Hanya disebutkan bahwa AS berkomitmen agar dana tersebut “dilepaskan dan tersedia sepenuhnya” tanpa menetapkan tenggat waktu.

Saat dimintai keterangan, seorang pejabat AS menolak membahas rincian draf tersebut, tetapi menegaskan bahwa Iran hanya akan mendapatkan seluruh keuntungan ekonomi ini jika mereka memenuhi komitmennya. Poin komitmen tersebut mencakup larangan total kepemilikan senjata nuklir, menetralisasi material uranium yang telah diperkaya, serta menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump membantah bahwa AS akan memberikan dana sebesar US$300 miliar kepada Iran. Dalam draf tersebut disebutkan bahwa AS dan para mitranya hanya akan menjamin tersedianya pendanaan sebesar itu.

Kesepakatan terbaru ini berpotensi menimbulkan risiko politik bagi Trump. Selama bertahun-tahun, ia mengkritik perjanjian nuklir Iran tahun 2015 yang disepakati pemerintahan Presiden Barack Obama karena dianggap memberikan keuntungan finansial yang terlalu besar kepada Teheran. Trump membatalkan perjanjian tersebut pada 2018 dan berjanji akan menghasilkan kesepakatan yang lebih baik.

Kini, ketika Trump berupaya mengakhiri konflik yang dimulai AS dan Israel pada 28 Februari lalu, sejumlah sekutu Republik di Kongres serta kelompok garis keras terhadap Iran di luar pemerintahan mulai menyuarakan kekhawatiran bahwa Iran akan memperoleh terlalu banyak keuntungan ekonomi tanpa memberikan imbalan yang memadai.

“Jika ini benar, maka Iran menang,” tulis mantan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, di platform X terkait kemungkinan Iran memperoleh izin untuk kembali menjual minyaknya. “Seharusnya tidak ada pelonggaran sanksi sama sekali pada hari pertama.”

Pejabat AS juga memberikan pernyataan yang berbeda mengenai kapan teks perjanjian akan dipublikasikan. Donald Trump mengatakan dokumen itu akan dirilis setelah upacara penandatanganan pada Jumat, sementara seorang pejabat senior AS pada Senin menyebut dokumen tersebut akan dipublikasikan dalam satu atau dua hari ke depan.

Tantangan lain juga masih menanti. Dalam draf disebutkan bahwa perang akan diakhiri “di semua lini, termasuk Lebanon.” Ketentuan ini membutuhkan persetujuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sejauh ini menolak mengakhiri operasi militernya terhadap Hizbullah di perbatasan utara Israel.

Dalam kesepakatan tersebut, AS juga berkomitmen untuk mengakhiri sanksi terhadap Iran, namun hanya sebagai bagian dari perjanjian final yang akan dinegosiasikan dalam dua bulan ke depan guna mengakhiri perang secara permanen. AS juga akan menarik pasukan militernya “dari wilayah sekitar” dalam waktu 30 hari setelah perjanjian final ditandatangani.

Sumber yang mengetahui isi pembahasan mengatakan bahwa pemahaman pemerintah AS adalah izin penjualan minyak hanya berlaku untuk minyak Iran yang sudah dimuat ke kapal, dan bukan berarti memberikan izin penuh bagi Iran untuk kembali melakukan ekspor minyak secara luas.

Kesepakatan ini menawarkan kombinasi insentif ekonomi yang dapat diperoleh dalam waktu dekat maupun jangka panjang bagi Iran, dengan syarat negara tersebut tetap berkomitmen untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir. Iran selama ini menegaskan bahwa mereka tidak berniat memiliki bom atom, dan komitmen serupa juga pernah diberikan dalam perjanjian nuklir era Obama atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Draf yang diperoleh Bloomberg tidak secara langsung membahas status cadangan uranium Iran yang telah diperkaya. Dokumen itu hanya menyebutkan bahwa nasib material nuklir yang telah diperkaya “akan dibahas secara memadai dalam perjanjian final” bersama seluruh isu terkait program nuklir lainnya.

Draf terbaru juga tidak menetapkan tenggat waktu yang tegas bagi AS untuk melonggarkan sanksi atau membentuk dana pembangunan tersebut. Meski demikian, para analis yang selama ini mendorong penerapan pembatasan ketat terhadap Iran menyambut draf itu dengan skeptis.

“Pemerintahan Trump berhasil menyatukan para pendukung maupun pengkritiknya untuk sama-sama menentang sebuah kesepakatan yang bahkan hingga kini belum dipublikasikan,” tulis Chief Executive Officer Foundation for Defense of Democracies, Mark Dubowitz, di platform X. “Sejauh ini, kesepakatan itu belum terlihat menjanjikan.”

Berikut isi draf nota kesepahaman yang diperoleh Bloomberg News:

  1. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama para sekutu mereka dalam perang yang sedang berlangsung, menyatakan bahwa sejak penandatanganan Nota Kesepahaman ini akan berlaku penghentian perang secara langsung dan permanen di semua lini, termasuk Lebanon. Kedua pihak berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan permusuhan satu sama lain serta menahan diri dari ancaman maupun penggunaan kekuatan. Perjanjian final akan menegaskan ketentuan dalam pasal ini dan pasal-pasal lainnya.
  2. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat berkomitmen untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain.
  3. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai perjanjian final dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang atas persetujuan bersama.
  4. Segera setelah nota kesepahaman ini ditandatangani, Amerika Serikat akan mengakhiri blokade laut dan mencegah segala bentuk gangguan terhadap Republik Islam Iran, serta memulihkan lalu lintas pelayaran ke kapasitas penuh dalam waktu maksimal 30 hari. Volume pelayaran Iran akan disesuaikan dengan tingkat lalu lintas sebelum perang. AS juga berkomitmen menarik pasukannya dari wilayah sekitar dalam waktu 30 hari setelah perjanjian final ditandatangani.
  5. Setelah penandatanganan nota kesepahaman ini, Republik Islam Iran akan segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan lalu lintas kapal dagang dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya kembali ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari, dengan memperhatikan kebutuhan penghilangan hambatan teknis dan penjinakan ranjau oleh Iran.
  6. Amerika Serikat bersama para mitra regionalnya berkomitmen menyusun rencana komprehensif yang disepakati kedua pihak untuk rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran dengan jaminan pendanaan minimal US$300 miliar. Mekanisme pelaksanaan rencana ini akan dirumuskan dalam waktu 60 hari sebagai bagian dari perjanjian final.
  7. Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri, sesuai jadwal yang akan disepakati dalam perjanjian final, seluruh jenis sanksi yang saat ini dikenakan terhadap Republik Islam Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta seluruh sanksi unilateral AS baik primer maupun sekunder.
  8. Republik Islam Iran kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir. Iran dan Amerika Serikat sepakat bahwa nasib material yang telah diperkaya dan seluruh isu terkait nuklir lainnya, termasuk kebutuhan nuklir Iran, akan dibahas secara memadai dalam perjanjian final.
  9. Iran dan Amerika Serikat sepakat bahwa selama proses menuju perjanjian final, status quo akan dipertahankan. Iran tidak akan mengubah program nuklirnya, sementara Amerika Serikat tidak akan memberlakukan sanksi baru maupun memperkuat kehadiran militernya di kawasan.
  10. Amerika Serikat berkomitmen bahwa segera setelah nota kesepahaman ditandatangani hingga sanksi dicabut sepenuhnya, Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia dan turunannya, termasuk seluruh layanan terkait seperti perbankan, asuransi, transportasi, dan lainnya.
  11. Amerika Serikat berkomitmen bahwa seiring kemajuan negosiasi menuju perjanjian final, dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi akan dilepaskan dan tersedia sepenuhnya. Dana tersebut dapat digunakan sesuai instruksi Bank Sentral Iran, dan AS akan menerbitkan seluruh izin yang diperlukan untuk tujuan tersebut.
  12. Iran dan Amerika Serikat sepakat membentuk mekanisme pelaksanaan untuk mengawasi implementasi yang berhasil serta memastikan kepatuhan terhadap perjanjian final di masa mendatang.
  13. Setelah penandatanganan nota kesepahaman ini dan setelah menerima jaminan mengenai dimulainya pelaksanaan Pasal 4, 5, 10, dan 11 serta keberlanjutan pelaksanaannya, Iran dan Amerika Serikat akan memasuki negosiasi mengenai perjanjian final yang hanya berfokus pada pasal-pasal yang tersisa.
  14. Perjanjian final akan disahkan melalui resolusi yang mengikat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

(bbn)

No more pages