Kedua negara dikabarkan akan meneken kesepakatan damai interim di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pekan ini. Salah satu butir kesepakatan itu adalah pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan AS akan mencabut seluruh blokade terhadap pelabuhan Iran.
Presiden AS Donald Trump menyebut banyak kapal sudah siap “terisi dengan minyak” dan akan segera melintasi selat tersebut.
Kabar ini membuat harga minyak dunia jatuh. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup anjlok nyaris 5% ke US$ 83,17/barel.
Apabila harga energi bisa terus terjaga stabil, maka dunia bisa lepas dari ancaman inflasi. Dengan begitu, bank sentral di berbagai negara bisa punya ruang untuk bernapas, tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.
“Harga emas masih underpriced (terlalu murah). Jika damai terus terjaga, maka aksi jual terhadap emas akan berkurang dan berbalik menjadi aksi borong. Emas akan menjadi aset aman (safe haven asset) dan alternatif investasi di luar dolar AS,” jelas Nicky Shiels, Head of Research and Metal Strategy di MKS PAMP SA, seperti dinukil dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 43. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 99. Jauh di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, sepertinya investor patut waspada karena ada risiko harga emas bisa turun. Cermati pivot point di US$ 4.303/troy ons.
Dari sini, harga emas bisa saja menguji support US$ 4.271/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di rentang US$ 4.267-4.208/troy ons.
Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.330/troy ons rasanya bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik itu berpotensi mengerek harga ke kisaran US$ 4.361-4.421/troy ons.
(aji)


























