Meski telah menetapkan kebijakan dividen, perseroan menegaskan tidak ada jaminan dividen akan dibagikan pada setiap periode akuntansi.
"Tidak ada kepastian apakah Perseroan dapat membagikan dividen dalam setiap periode akuntansi," lanjut manajemen Inaco.
Perseroan menambahkan, jadwal, jumlah, dan jenis pembayaran dividen akan mengikuti rekomendasi direksi yang kemudian ditetapkan melalui mekanisme sesuai anggaran dasar dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perseroan juga membuka peluang pembagian dividen interim sebelum tahun buku berakhir. Namun, keputusan tersebut hanya dapat dilakukan melalui keputusan direksi yang mendapat persetujuan dewan komisaris dan apabila kondisi keuangan perusahaan memungkinkan.
“Jika pada akhir tahun buku perseroan mengalami kerugian, maka dividen interim yang telah dibagikan wajib dikembalikan oleh pemegang saham kepada perusahaan,” tutur manajemen Inaco.
Sebagai informasi, Niramas Utama tengah bersiap melaksanakan IPO dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran sebesar Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar maksimal sekitar Rp392 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Sekitar 51,04% dana IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Dana itu akan digunakan untuk pembelian serta instalasi mesin produksi untuk mengerek kapasitas produksi gummy candy dan jelly.
Sementara itu, 18,36% dana akan digunakan untuk pembelian mesin, peralatan produksi, serta fasilitas pendukung yang bertujuan meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan efisiensi proses logistik.
Adapun, sekitar 10,63% akan dialokasikan untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dengan target menurunkan saldo pinjaman ke level Rp54 miliar dari sebelumnya sebesar Rp94 miliar.
Sisanya sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku, biaya operasional dan aktivitas pemasaran.
JELI akan memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding pada 15 Juni-22 Juni 2026 dengan masa penawaran umum ditenggat pada 1-3 Juli 2026. Adapun, pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 7 Juli 2026.
(cpa/naw)




























