“Selain saham-saham teknologi, aksi beli kemungkinan besar juga akan meluas ke sektor manufaktur dan saham lain yang sebelumnya sempat dilepas oleh investor. Kenaikan ini sangat terbantu oleh penurunan harga minyak,” ujar Shoji Hirakawa, kepala strategi global di Tokai Tokyo Intelligence Lab. Namun, ia menambahkan bahwa meski pakta damai AS-Iran ini mendongkrak pasar, masih ada ketidakpastian terkait lini masa regulasi mengenai kepemilikan nuklir Iran.
Setelah sempat mendaki ke rekor tertinggi pada awal Juni, indeks Nikkei 225 sempat kehilangan momentum dalam sesi perdagangan yang bergejolak sepanjang pekan lalu. Hal ini disebabkan oleh dinamika ketegangan di Timur Tengah serta kekhawatiran pelaku pasar mengenai kejenuhan pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Di tempat lain, perhatian para investor pekan ini juga akan tertuju pada keputusan kebijakan moneter dari bank sentral AS dan Jepang. Karena Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kazuo Ueda tengah dirawat di rumah sakit, Wakil Gubernur Shinichi Uchida dijadwalkan memimpin konferensi pers usai rapat pada hari Selasa besok.
(bbn)






























