Dinamika Pasar Kripto Warnai Kinerja COIN Kuartal II-2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) terdampak oleh kondisi pasar aset kripto yang dipenuhi tekanan pada kuartal II-2026. Tekanan tersebut kembali melanjutkan dinamika yang terjadi sejak awal tahun imbas dari pelemahan harga aset kripto, ketidakpastian makroekonomi, serta rotasi portofolio investor ke instrumen yang lebih defensif.
Volatilitas pasar aset kripto telah membuat kapitalisasi pasar aset kripto global susut 12,6% secara kuartalan dari US$2,4 triliun menjadi US$2,1 triliun pada kuartal II-2026. Sejalan dengan tren global, volume transaksi aset kripto di Indonesia juga mengalami koreksi sebesar 11,6% Quarter-over-Quarter (QoQ), dari Rp75,83 triliun menjadi Rp67,03 triliun.
Sejalan dengan siklus pasar yang tengah melambat, pencapaian pendapatan Perseroan turut terkena imbasnya. COIN membukukan pendapatan sebesar Rp33,15 miliar pada kuartal II-2026, merefleksikan penurunan 20% dari capaian kuartal I-2026 yang sebesar Rp41,49 miliar.
Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Ade Wahyu mengungkapkan, di tengah penurunan pendapatan secara umum, Perseroan mengalami katalis pertumbuhan yang positif dari segmen derivatif. Segmen ini terbukti memiliki daya tahan yang baik dan mulai bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi COIN.
Berbeda dengan tren global di mana volume transaksi derivatif di 10 bursa kripto dunia terbesar terkoreksi 10% secara kuartalan (data CoinGecko), kinerja derivatif COIN justru bergerak positif. Tercatat, pendapatan dari segmen ini naik 6% secara QoQ menjadi Rp12,1 miliar pada periode April hingga Juni 2026.
































