Sementara itu, asam urat terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah zat purin yang banyak ditemukan pada makanan tertentu seperti daging merah, jeroan, dan beberapa jenis makanan laut.
Apabila kadar asam urat terlalu tinggi dan tidak dapat dibuang secara optimal oleh ginjal, kristal berbentuk jarum akan terbentuk dan menumpuk di persendian sehingga memicu nyeri serta peradangan.
Gejala Rematik
Rematik umumnya berkembang secara bertahap dan sering kali dimulai dari persendian kecil, terutama pada tangan dan kaki.
Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
-
Nyeri dan pembengkakan pada sendi kecil.
-
Sendi terasa hangat saat disentuh.
-
Kekakuan sendi terutama pada pagi hari.
-
Keluhan terjadi secara simetris pada kedua sisi tubuh.
-
Dapat menyebar ke pergelangan tangan, siku, bahu, lutut, pergelangan kaki, dan pinggul.
-
Pada beberapa kasus disertai kelelahan, penurunan nafsu makan, atau demam ringan.
Kekakuan sendi akibat rematik biasanya lebih terasa saat bangun tidur dan cenderung membaik setelah tubuh mulai beraktivitas.
Gejala Asam Urat
Berbeda dengan rematik, asam urat biasanya muncul secara tiba-tiba dalam bentuk serangan akut.
Gejala yang sering dialami meliputi:
-
Nyeri hebat yang muncul mendadak.
-
Sensasi seperti terbakar pada persendian.
-
Umumnya hanya menyerang satu sendi dalam satu waktu.
-
Paling sering terjadi pada jempol kaki.
-
Dapat juga menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, atau pergelangan tangan.
-
Sendi tampak merah, bengkak, dan terasa panas saat disentuh.
-
Pada beberapa kasus dapat disertai demam.
Serangan asam urat sering terjadi pada malam hari dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu.
Perbedaan Utama Asam Urat dan Rematik
|
Aspek |
Asam Urat |
Rematik |
|
Penyebab |
Penumpukan kristal asam urat |
Penyakit autoimun |
|
Awal gejala |
Mendadak |
Bertahap |
|
Pola sendi |
Biasanya satu sendi |
Banyak sendi |
|
Lokasi umum |
Jempol kaki |
Tangan dan kaki |
|
Sifat nyeri |
Sangat tajam dan akut |
Nyeri kronis dan progresif |
|
Keterlibatan organ lain |
Tidak umum |
Dapat memengaruhi organ lain |
Pengobatan Asam Urat dan Rematik
Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, kedua kondisi ini dapat dikendalikan melalui pengobatan yang tepat.
Pengobatan yang umum digunakan meliputi:
-
Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen.
-
Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.
-
Obat khusus asam urat untuk menurunkan kadar asam urat dan mencegah pembentukan kristal.
-
Obat penekan sistem imun untuk penderita rematik.
Pada penderita asam urat, perubahan pola hidup juga berperan penting untuk mencegah kekambuhan.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
-
Membatasi konsumsi alkohol.
-
Mengurangi makanan tinggi purin seperti jeroan dan daging merah.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Memperbanyak konsumsi air putih.
Bisakah Seseorang Mengalami Keduanya Sekaligus?
Ya. Meski dahulu dianggap jarang terjadi, seseorang dapat mengalami asam urat dan rematik secara bersamaan.
Karena gejalanya dapat saling menyerupai, diagnosis yang tepat perlu dilakukan melalui pemeriksaan dokter, termasuk tes darah dan analisis cairan sendi bila diperlukan.
Apabila mengalami nyeri sendi yang berulang, pembengkakan, atau kekakuan yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan penyebabnya dan menentukan terapi yang sesuai.
(seo)




























