Logo Bloomberg Technoz

“Kalau tanggal 9 rebound, tanggal 15 dia jebol lagi terus naik, tapi kita perhatikan area support-nya,” tuturnya.

Adapun, IHSG balik menguat 3,26% ke level 5.933 pada perdagangan pagi ini, Rabu (10/6/2026).

IHSG sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan dari pagi tadi, terlebih sempat menyentuh level tertinggi mencapai 5.939. Adapun level terendah tetap berada di 5.677.

Kenaikan IHSG ini terutama didorong  saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Volume transaksi IHSG mencapai 14 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp9,91 triliun pada awal perdagangan. Frekuensi yang terjadi sebanyak 987 ribu kali diperjualbelikan.

Kendati demikian, indeks komposit telah melorot 32,28% secara year-to-date. Adapun, investor asing mencatat posisi jual bersih mencapai Rp75,39 triliun sejak awal tahun di pasar reguler.

Malahan, posisi jual asing di pasar reguler masih berlanjut sampai penutupan perdagangan, Rabu (9/6/2026) kemarin.

Saat itu, asing membuang saham Indonesia mencapai Rp2,59 triliun. Padahal, IHSG mencetak kenaikan terbesar sekitar 7,5% pada perdagangan kemarin.

Manuver Fund Asing 

Kendati tekanan jual investor asing masih berlanjut, sejumlah pengelola dana global tetap menambah muatan di sejumlah saham dengan kapitalisasi jumbo. Kendati sikap mereka cenderung beragam.

Mengutip terminal Bloomberg per Rabu (10/6/2026), Blackrock menambah 7,25 juta saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada data perdagangan kemarin. Raksasa investasi besutan Larry Fink itu kini menguasai 1,75 miliar saham BBCA atau setara 1,42% saham beredar.

Di sisi lain, JPMorgan Chase & Co cenderung mengurangi kepemilikannya sekitar 50,19 juta saham pada perdagangan terbaru.

Kendati demikian, bank investasi asal Amerika Serikat (AS) itu tetap menguasai saham BBCA sekitar 1,08 miliar lembar atau setara 0,88% saham beredar.

Selain itu, Blackrock turut menambah muatan 121.304 lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Blackrock menguasai 135,7 juta saham BREN atau setara 0,10% saham beredar.

Manuver Blackrock itu diikuti oleh Dimensional Fund Advisors LP dengan menambah taruhan sebanyak 947.959 saham. Dimensional Fund kini menghimpit 27,55 juta saham BREN.

Hanya saja, investor global cenderung bersikap konservatif pada saham afiliasi grup Prajogo Pangestu lainnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). WisdomTree hanya menambah 3.200 saham pada perdagangan terakhir, dengan mempertahankan posisi 4,14 juta lembar di TPIA.

Sementara itu, Credit Agricole Group menambah 1,79 juta saham TPIA dengan kepemilikan terakhir mencapai 5 juta lembar.

Di sisi lain, sikap pengelola dana global cenderung beragam pada saham BBRI. Misalkan, Invesco Ltd menambah muatan sekitar 102,26 juta saham dengan kepemilikan mencapai 2,24 miliar lembar atau setara 1,48% saham beredar.

Sementara itu, JPMorgan Chase & Co cenderung mengurangi muatan sekitar 206,13 juta saham. JPMorgan kini memegang 716,69 juta lembar atau setara 0,47% saham beredar BBRI.

(naw)

No more pages