Logo Bloomberg Technoz

Agaknya pemerintah enggan membayar biaya utang lebih mahal. Sebab, jika pemerintah memaksa menyerap penawaran yang masuk lebih besar, tingginya yield yang diminta investor dapat menyebabkan kenaikan biaya utang yang terlalu tajam.

Atas pertimbangan tersebut, sepertinya Kementerian Keuangan memilih mengurangi nilai yang dimenangkan secara signifikan dan menyebabkan bid-to-cover ratio secara agregat naik 13,6% menjadi 1,77 kali, dari lelang sebelumnya hanya 1,56 kali.

Perbandingan nilai yang dimenangkan dalam lelang SUN. (DJPRR, diolah)

Sebagai catatan, saat lelang berlangsung nilai tukar rupiah berada dalam posisi lemah. Pada sesi perdagangan kemarin, rupiah sempat menyentuh Rp18.186/US$ pada pukul 09:27 WIB.

Lalu, secara mengejutkan Bank Indonesia melakukan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps menjadi 5,5%. Tak lama berselang, volatilitas rupiah mereda dan ditutup menguat 0,65% ke posisi Rp18.060/US$.

Di tengah kondisi pelemahan rupiah, lelang SUN kali ini menggambarkan bahwa pasar masih memiliki kepercayaan pada kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajibannya. Namun kepercayaan itu sekarang menuntut harga yang lebih mahal.

(dsp)

No more pages