Logo Bloomberg Technoz

DSSA Percepat Sektor EBT dan Infrastruktur Digital di 2026


Dok. Ist
Dok. Ist

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) semakin memperkuat strategi diversifikasi bisnisnya dengan mempercepat pengembangan sektor energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital sepanjang tahun 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi jangka panjang Perseroan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis berbasis komoditas sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik Tahunan 2026 yang digelar di Jakarta pada 9 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan kinerja operasional dan keuangan tahun buku 2025 serta arah pengembangan bisnis yang berfokus pada transisi energi hijau dan penguatan ekosistem digital nasional.

Di tengah normalisasi harga batu bara dunia yang berdampak pada penurunan pendapatan konsolidasi sebesar 7,5 persen menjadi USD 2,791 miliar pada tahun 2025, DSSA tetap mampu menunjukkan daya tahan bisnis yang kuat. Salah satu faktor utama yang menopang kinerja tersebut adalah pertumbuhan signifikan dari lini usaha non-pertambangan.

Kontribusi sektor infrastruktur digital dan teknologi terhadap total pendapatan perusahaan meningkat dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 7,6 persen pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi yang dijalankan mulai memberikan dampak nyata terhadap struktur pendapatan Perseroan.

Pada sektor pertambangan, perusahaan tetap mencatatkan kinerja operasional yang solid. Produksi batu bara mencapai 57,2 juta ton atau tumbuh 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume penjualan batu bara meningkat 4,4 persen secara tahunan menjadi 56,7 juta ton.

Pertumbuhan paling menonjol terjadi pada sektor infrastruktur digital dan teknologi. Pendapatan dari segmen ini melonjak 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung oleh ekspansi jaringan yang agresif sehingga jumlah homepass meningkat 64,1 persen menjadi 10,5 juta homepass.

Tidak hanya itu, jumlah pelanggan atau subscribers juga mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 102,9 persen hingga mencapai 1,9 juta pelanggan. Capaian tersebut memperlihatkan semakin kuatnya posisi Perseroan dalam mendukung kebutuhan konektivitas digital masyarakat Indonesia.

Langkah Strategis Perkuat Masa Depan Berkelanjutan

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, DSSA merealisasikan berbagai aksi korporasi strategis yang memperkuat transformasi bisnisnya. Salah satu pencapaian penting adalah implementasi prinsip keberlanjutan di sektor pertambangan melalui program elektrifikasi alat tambang terbesar di Indonesia yang dijalankan oleh PT Borneo Indobara (BIB).

Hingga Mei 2026, program tersebut telah mengoperasikan 176 unit kendaraan listrik dan hybrid. Inisiatif ini menjadi bagian dari roadmap perusahaan dalam mencapai target emisi net zero pada periode 2028 hingga 2029.

Komitmen terhadap energi terbarukan juga diwujudkan melalui pembangunan pabrik manufaktur sel dan modul surya terintegrasi di Kendal. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 1 GW per tahun dan diharapkan dapat mendukung pengembangan industri energi surya nasional.

Dok. Ist

Selain itu, DSSA menjalin kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia yang merupakan anak usaha First Gen Corporation dari Filipina. Kerja sama ini membuka peluang pengembangan proyek panas bumi dengan potensi kapasitas awal mencapai 440 MW yang tersebar di enam wilayah strategis Indonesia.

Di sektor digital, transformasi besar dilakukan melalui merger antara PT Eka Mas Republik atau MyRepublic dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. Penggabungan tersebut resmi efektif secara hukum pada 22 April 2026 dan melahirkan entitas baru bernama PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic.

Merger ini menghasilkan perusahaan dengan jaringan kabel fiber optik lebih dari 116.000 kilometer. Kehadiran MoraRepublic juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain layanan fiber to the home terbesar di Indonesia.

Penguatan ekosistem digital tidak berhenti di sana. DSSA bersama KIRA SG One Pte. Ltd. juga tengah mempercepat pembangunan Metro Data Center SMX01 di kawasan pusat bisnis Jakarta. Fasilitas berstandar internasional tersebut memiliki kapasitas IT Load sebesar 18 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2026.

Presiden Direktur DSSA, Krisnan Cahya, menegaskan bahwa transformasi bisnis yang dilakukan saat ini diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

"Fokus kami saat ini adalah mengakselerasi digitalisasi operasional guna memperkuat dan mengoptimalkan kinerja produksi di seluruh lini. Di saat yang sama, kami terus mengakselerasi investasi pada sektor energi baru terbarukan dan memperkokoh infrastruktur digital dan teknologi guna mendorong pertumbuhan yang lebih progresif. Sejalan dengan diversifikasi bisnis yang semakin kuat, langkah transformatif ini menjadi pilar utama Perseroan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan,” ujar Krisnan Cahya, Presiden Direktur DSSA.

Dengan kombinasi kekuatan bisnis pertambangan, energi terbarukan, infrastruktur digital, dan pusat data, DSSA optimistis mampu memperkuat fundamental perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham. Strategi ini juga menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan lanskap ekonomi global yang semakin mengarah pada ekonomi hijau dan digital.