Dalam kondisi normal, ginjal akan membuang asam urat melalui urine. Namun jika jumlahnya berlebihan, asam urat dapat membentuk kristal berbentuk jarum yang menumpuk di persendian dan jaringan sekitar sehingga memicu nyeri serta peradangan.
Gejala Asam Urat dan Rematik yang Perlu Dikenali
Ciri Ciri Rematik
Rematik umumnya dimulai pada sendi berukuran kecil seperti tangan dan kaki. Sendi yang terkena biasanya terasa nyeri, bengkak, dan hangat saat disentuh.
Seiring waktu, keluhan dapat menyebar ke sendi yang lebih besar seperti pergelangan tangan, siku, bahu, lutut, pergelangan kaki, hingga pinggul. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami kelelahan, hilang nafsu makan, atau demam.
Salah satu karakteristik rematik adalah gejala yang muncul secara simetris. Jika satu sisi tubuh mengalami nyeri pada suatu sendi, sisi lainnya sering kali mengalami keluhan serupa.
Penderita rematik juga kerap merasakan kekakuan sendi saat bangun tidur pada pagi hari. Kondisi tersebut biasanya membaik setelah melakukan aktivitas.
Ciri Ciri Asam Urat
Asam urat sering muncul secara mendadak dengan serangan nyeri yang sangat kuat. Banyak penderita menggambarkan sensasi nyeri tersebut seperti rasa terbakar pada persendian.
Serangan asam urat umumnya hanya mengenai satu sendi. Jempol kaki menjadi lokasi yang paling sering terkena, meskipun kondisi ini juga dapat menyerang lutut, pergelangan kaki, siku, maupun pergelangan tangan.
Sendi yang terdampak biasanya tampak merah, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh. Dalam beberapa kasus, serangan asam urat juga dapat disertai demam.
Pengobatan Asam Urat dan Rematik
Pengobatan untuk Mengurangi Nyeri
Baik asam urat maupun rematik dapat ditangani dengan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen. Pada kasus asam urat, obat colchicine juga sering digunakan untuk membantu meredakan nyeri akibat serangan yang terjadi.
Mengatasi Peradangan
Kortikosteroid seperti prednison dapat diberikan untuk membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang muncul pada kedua kondisi tersebut.
Pengobatan Berdasarkan Penyebab Penyakit
Pada rematik, dokter biasanya memberikan terapi yang bertujuan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.
Sementara itu, pengobatan asam urat lebih difokuskan untuk menurunkan kadar asam urat dan mencegah pembentukan kristal yang dapat memicu serangan berulang.
Pola Makan Berperan Penting pada Asam Urat
Pola makan memiliki pengaruh besar terhadap kadar asam urat dalam darah. Karena itu, penderita asam urat dianjurkan untuk menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut:
Langkah Mencegah Serangan Asam Urat
-
Membatasi konsumsi alkohol.
-
Mengurangi asupan daging dan makanan tinggi purin.
-
Menjaga berat badan tetap ideal dan sehat.
Seseorang Bisa Mengalami Asam Urat dan Rematik Sekaligus
Para ahli sebelumnya sempat beranggapan bahwa penderita rematik tidak mungkin mengalami asam urat. Namun penelitian dan perkembangan ilmu kedokteran menunjukkan bahwa kedua penyakit tersebut dapat terjadi secara bersamaan pada satu orang.
Karena itu, siapa pun yang mengalami nyeri pada persendian sebaiknya tidak melakukan diagnosis sendiri. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan melalui evaluasi sendi, pemeriksaan darah, maupun analisis cairan sendi.
Pentingnya Diagnosis Dini
Deteksi dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kerusakan sendi yang lebih serius. Dengan mengetahui apakah keluhan disebabkan oleh asam urat, rematik, atau bahkan keduanya, dokter dapat menentukan terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien.
(seo)



























