Logo Bloomberg Technoz

IHSG menjadi yang teratas dari banyak Bursa Asia yang menghijau sepanjang hari, menyusul KOSPI (Korea), TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), Topix (Jepang), Straits Times (Singapura), PSEi (Filipina), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan SENSEX (India) yang berhasil menguat masing-masing 7,84%, 3,03%, 1,85%, 1,39%, 1,29%, 1,06%, 1,03%, 0,96%, 0,91%, 0,67%, 0,12%, dan 0,07%.

Jadi, IHSG adalah indeks dengan penguatan tertinggi dan terbaik kedua di Bursa Saham Asia.

Salah satu sentimen yang memulas laju IHSG datang dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI pada siang hari ini, Selasa.

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. 

BI turut mengerek suku bunga Deposit Facility dengan kenaikan sebesar 25 bps menjadi 4,5%, dan suku bunga Lending Facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran yang ditetapkan pemerintah,” papar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan pers tertulis, Selasa.

Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia. Alhasil, pasar merespons positif kebijakan ini dengan penguatan IHSG mencapai 4% lebih.

Disamping kenaikan BI Rate menjadi 5,50%, Bank Indonesia (BI) juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain bagi masuknya aliran investasi asing sebagai berikut:

1.⁠ ⁠Kenaikan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk seluruh tenor 6, 9 dan 12 bulan.

2.⁠ ⁠Pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging–swap) bagi investor asing.

3.⁠ ⁠Pembukaan kembali window lelang instrumen Repurchase Agreement (REPO) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan. 

4.⁠ ⁠⁠Peningkatan intensitas operasi moneter baik rupiah maupun valuta asing.

Terlebih lagi, pasar turut euforia tersulut manuver Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad yang mengumpulkan perwakilan dari Bank Himbara, BPJS dan Asuransi BUMN di parlemen, Selasa.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota DPR dari fraksi Gerindra tersebut mengatakan– ia akan mendiskusikan mengenai keadaan pasar yang saat ini tengah terguncang dengan gejolak global.

“Pagi ini kan kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus tapi kemudian dengan situasi pasar global yang kemudian berdampak,” kata Dasco.

Oleh karenanya, Dasco mengatakan dalam diskusi hari ini, Dasco dan perwakilan Bank Himbara akan membicarakan mengenai pembelian kembali saham BUMN (buyback saham).

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ketua BP BUMN dan Chief Operating Officer Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

(fad)

No more pages