Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Bersiap Bangkit
News
09 June 2026 06:30

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap untuk bangkit dari penurunan terdalamnya sejak bulan Maret lalu, mengekor penguatan yang terjadi di Wall Street. Sementara itu, harga minyak mentah dunia terpantau stabil setelah Iran dan Israel berkomitmen untuk meredakan serangan yang sempat mengancam jalannya perundingan damai di Timur Tengah.
Kontrak berjangka (futures) ekuitas menunjukkan potensi lonjakan lebih dari 2% di Tokyo, setelah indeks Nikkei 225 anjlok hampir 4% pada perdagangan hari Senin (8/6). Di sisi lain, pergerakan kontrak berjangka mengindikasikan penguatan tipis di Sydney dan pembukaan yang cenderung moderat di bursa Hong Kong. Kontrak berjangka S&P 500 sedikit melemah setelah kebangkitan saham-saham produsen cip seperti Nvidia Corp dan Micron Technology Inc berhasil mendorong penguatan indeks acuan AS tersebut pada Senin malam.
Harga minyak dunia tidak banyak berubah setelah menghapus sebagian besar lonjakan tajam pada sesi sebelumnya. Keputusan gencatan senjata antara Israel dan Iran berhasil meredam tekanan naik pada harga minyak mentah.
Sempat tertahan sejenak setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi sepanjang masa, para pelaku pasar yang memanfaatkan momentum pergerakan harga kembali membanjiri bursa AS pada hari Senin. Aksi ini kembali menyalakan optimisme bahwa tren pasar bergairah masih jauh dari kata berakhir. Sentimen positif tersebut turut didukung oleh perkembangan situasi yang kondusif di Timur Tengah.



























