Logo Bloomberg Technoz

Nanik mengatakan akan fokus untuk menata SPPG yang sudah ada untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan jumlah penerima manfaat di kawasan tertentu atau justru berlebihan.

"Mau menata misalnya Jawa Tengah ini harusnya butuh berapa, Jawa Barat ini butuh berapa, DKI butuh berapa, dan lain-lain Jawa Timur. Karena memang dari datanya Ibu Arumsari, dapur ini masih menumpuk di Jawa. Kemudian setelah kami menata, baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak," ujarnya.

Kedua, menata ulang penerima manfaat. Dalam kaitan itu, Nanik memandang sekolah untuk siswa dari keluarga mampu sebenarnya sudah memiliki gizi yang cukup. Sehingga, BGN akan menata ulang untuk melihat apakah jumlah penerima manfaat yang mencapai 63 juta memang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Ketiga, memastikan kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik mengatakan sudah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa BGN akan lebih fokus pada kualitas dibandingkan dengan kuantitas MBG pada tahun ini.

(lav)

No more pages