Logo Bloomberg Technoz

Rencana pengunduran diri Robby seiring dengan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST BBKP pada Kamis 25 Juni 2026 mendatang.

Nantinya, RUPST itu juga akan ikut membahas ihwal persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan.

Selain itu, RUPST juga membahas penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Adapun, BBKP menghimpun laba bersih mencapai Rp66,59 miliar pada 2025, berbalik dari posisi rugi Rp6,33 triliun.

Sepanjang 2025, kinerja KB Bank menunjukkan perbaikan yang makin solid, terutama didorong oleh penguatan kualitas aset dan stabilisasi fundamental bisnis.

Hal ini tercermin dari penurunan rasio kredit berkualitas rendah (loan at risk) menjadi 20,31% dari 22,76% pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, KB Bank mencatatkan Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp1,19 triliun, meningkat 3,40% dari Rp1,15 triliun pada tahun sebelumnya. 

Net Interest Margin (NIM) juga membaik menjadi 1,43%, mencerminkan perbaikan kualitas aset produktif serta pengelolaan biaya dana yang semakin efisien.

Dari sisi likuiditas, KB Bank terus menunjukkan penguatan yang berkelanjutan. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) membaik menjadi 91,07% dari 103,26%, mencerminkan struktur pendanaan yang terus mengarah kepada standar praktik perbankan yang lebih sehat dan seimbang.

Hal ini turut didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya pada giro dan tabungan, yang memperkuat basis pendanaan berbiaya rendah. 

KB Bank juga mempertahankan posisi likuiditas yang kuat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 220,01% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 101,82%, yang berada di atas ketentuan regulator.

Dari sisi permodalan, KB Bank menjaga tingkat permodalan yang solid dengan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 16,25%, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Sepanjang 2025, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,39 triliun, tumbuh dibandingkan Rp41,46 triliun pada tahun sebelumnya, mencerminkan ekspansi yang tetap selektif dan berkualitas.  

(naw)

No more pages