Logo Bloomberg Technoz

Inggris tengah berupaya mencari cara untuk tetap menjadi daya tarik bagi perusahaan teknologi yang sedang berkembang, serta mengurangi ketergantungan pada perusahaan asing dalam kontrak pengadaan. 

Pengujian silicon semiconductor secara elektronik di Newport, Inggris. Hollie Adams/Bloomberg

Sebuah laporan terbaru dari anggota parlemen di Komite Sains, Inovasi, dan Teknologi menyatakan bahwa perusahaan AS Palantir Technologies Inc. tidak seharusnya memainkan peran signifikan di sektor publik Inggris.

Parlemen kemudian memperingatkan tentang ketergantungan yang kian meningkat pada sejumlah kecil penyedia layanan, termasuk Microsoft Corp. dan Amazon Web Services.

Kendall mengatakan dalam pidatonya pada bulan Januari: “Kita harus, dan kita sedang, memastikan kemampuan AI kedaulatan kita sendiri.”

“Teknologi ini terlalu penting untuk sepenuhnya bergantung pada negara lain, terutama di bidang-bidang seperti pertahanan, jasa keuangan, dan layanan kesehatan,” tambahnya.

Sejumlah perusahaan teknologi Inggris yang menjanjikan telah dibeli oleh para pemodal asal luar negeri, dengan raksasa semikonduktor Amerika Serikat, Qualcomm, membeli Alphawave IP Group Plc YS$2,4 miliar tahun lalu, sementara perancang chip AI, Graphcore, dibeli oleh SoftBank Group Corp pada tahun 2024. 

Perancang chip Inggris, Arm Holdings Plc, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh SoftBank, memilih New York sebagai tempat pencatatan saham utamanya pada tahun 2023.

(bbn)

No more pages