Logo Bloomberg Technoz

“Tidak boleh kita rugikan mereka. Ini ada anomali, di saat ini harga harusnya naik bukan turun. Kenapa? Karena nilai dolar selisih 10%. Harus naik. Tidak ada alasan turun,” tegasnya.

Ia mengungkapkan seluruh asosiasi, eksportir, dan perwakilan perusahaan yang hadir dalam pertemuan telah menyepakati pengembalian harga TBS ke level sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing daerah.

Dari sekitar 1.900 perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit nasional, sekitar 300 perusahaan disebut masih belum menyesuaikan harga.

“Yang 300 ini kita akan periksa. Kita akan cek kenapa dia tidak naikkan seperti semula. Bahkan harusnya naik 10% daripada harga sebelumnya, karena ada selisih nilai dolar sekarang Rp18 ribu,” sebut Amran.

Ia menambahkan momentum penguatan dolar AS seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ekspor sektor pertanian. Menurutnya, nilai ekspor pertanian tahun lalu meningkat hingga Rp167 triliun dan peluang tersebut harus dapat dirasakan langsung oleh para petani.

Terkait besaran harga TBS, Amran menegaskan harga harus kembali ke level sebelumnya sesuai ketetapan masing-masing wilayah dan mengikuti peraturan gubernur.

“Kalau Rp3.200, harusnya tetap Rp3.200. Ada Rp3.600, kembali ke Rp3.600 berdasarkan wilayah. Tapi harus mengikuti peraturan gubernur,” pungkasnya.

(ain)

No more pages