Logo Bloomberg Technoz

Larangan Ekspor LTJ Picu Anomali, Disebut Tak Sinkron Lintas K/L

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 July 2026 09:30

Sampel tanah pada proyek eksplorasi unsur tanah jarang Meteoric Resources di Caldas Novas, negara bagian Minas Gerais, Brasil./Bloomberg- Victor M.
Sampel tanah pada proyek eksplorasi unsur tanah jarang Meteoric Resources di Caldas Novas, negara bagian Minas Gerais, Brasil./Bloomberg- Victor M.

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) menilai aturan pelarangan ekspor logam tanah jarang (LTJ) menimbulkan anomali, sebab aturan yang disusun sejumlah kementerian/lembaga (K/L) kerap bertabrakan secara teknis.

Ketua Umum ABI Ronald Sulistyanto mencontohkan ekspor produk olahan bauksit berupa alumina tengah terkendala, sebab kandungan LTJ atau rare earth element (REE) dalam alumina membuat produk tersebut dilarang diekspor.

Kandungan utama alumina padahal merupakan aluminium oksida dan LTJ hanya mineral ikutan yang kandungannya tergolong sedikit.


“Sebetulnya sudah ada [aturan teknis pelarangan ekspor LTJ] cuma anomali setiap aturan tuh pada egosentris [antar-K/L] masing-masing buat aturan yang kadang-kadang secara teknis ke dalamnya oke, tetapi secara umum dipandangnya beda,” kata Ronald ketika dihubungi, Rabu (29/7/2026).

Data Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Batas Kandungan