Logo Bloomberg Technoz

Peningkatan ini diharapkan dapat memperluas likuiditas perdagangan saham serta akses bagi investor domestik maupun internasional.

“Kami tetap fokus menjalankan agenda transformasi dan rejuvenasi perusahaan seiring penguatan portfolio bisnis energi, kimia dan infrastruktur yang kami miliki di Asia Tenggara,” kata Erwin.

Setelah transaksi ini, tiga pemegang saham strategis utama TPIA yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT), SCGC, Thaioil Public Company Limited, secara kolektif menguasai sekitar 74,3% saham TPIA.

Dari lantai bursa, saham TPIA menguat 17,24% ke level Rp1.530 per saham pada pukul 09.51 WIB. TPIA cenderung menguat saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah. Indeks komposit merosot 2,10% ke level 5.477 pada perdagangan pagi ini.

Laba TPIA

TPIA mencatat laba bersih sebesar US$205 juta pada kuartal I-2026. Adapun, emiten afiliasi Prajogo Pangestu itu meraup EBITDA sebesar US$421 juta pada periode tersebut.

Manajemen TPIA menerangkan kinerja keuangan itu didukung oleh performa kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal serta serta eksekusi transformasi grup menjadi pemain industri regional yang terdiversifikasi di Asia Tenggara.

“EBITDA kuartalan mencetak rekor US$421 juta dan laba bersih kuartalan US$205 juta, tertinggi dalam sejarah grup,” tulis manajemen TPIA seperti dikutip dari siaran pers, Senin (13/4/2026).

Manajemen menerangkan torehan itu disebabkan karena keberhasilan integrasi aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil Singapore yang diselesaikan dalam satu tahun terakhir.

Selain itu, TPIA turut mempertahankan likuiditas yang solid sebesar US$3,8 miliar. Dengan demikian, TPIA memiliki ruang yang fleksibel untuk berinvestasi sambil mengelola volatilitas siklus di industri petrokimia.

“Grup tetap menjalankan operasional secara disiplin dan mengendalikan biaya, sekaligus menyelesaikan investasi utama seperti fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon,” dikutip dari siaran pers.

Di sisi lain, TPIA tengah menyiapkan belanja modal sekitar US$1 miliar untuk pembangunan fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride berskala global. Proyek itu ditarget bisa beroperasi pada 2027.

(naw)

No more pages