Menurut Purbaya, rangkaian kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas basis investor. Langkah tersebut juga mendukung strategi diversifikasi sumber pembiayaan negara melalui penerbitan surat utang.
Sebelumnya, Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond dapat direalisasikan pada Juni 2026. Dia mengaku telah menerima laporan dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto terkait persiapan penerbitan instrumen tersebut. Penerbitan Panda Bond menjadi salah satu strategi diversifikasi pembiayaan.
Strategi itu ditempuh agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bergantung pada satu sumber pendanaan tertentu.
Dalam kesempatan terpisah, Bank Indonesia (BI) sebelumnya juga menyatakan mendukung penerbitan instrumen keuangan berdenominasi renminbi. Instrumen tersebut mencakup Panda Bond dan Dim Sum Bond oleh pemerintah Indonesia.
Dukungan itu diberikan untuk mendorong pendalaman pasar valuta asing (valas) domestik.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta bulan lalu mengatakan, penerbitan Panda Bond dapat menjadi alternatif penempatan renminbi. Menurut Thomas, instrumen tersebut juga dapat memperkuat likuiditas mata uang China di pasar domestik.
Thomas menambahkan, BI juga memanfaatkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). BI turut mendukung penyediaan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar offshore sebagai alternatif penempatan likuiditas rupiah di pasar luar negeri.
(dhf)

























