Harga emas memang ambruk akhir pekan lalu. Harga jatuh 3,21% ke level terendah sepanjang tahun ini.
Sepertinya data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) masih membebani langkah harga emas, sehingga hari ini pun belum bisa naik signifikan. US Bureau of Labor Statistics melaporkan, perekonomian AS mencetak 172.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) sepanjang Mei. Jauh lebih tinggi ketimbang ekspektasi pasar dengan perkiraan 85.000.
Pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam tetap kokoh, meski dihantui ancaman inflasi akibat kenaikan harga energi. Artinya, bank sentral Federal Reserve punya alasan kuat untuk menaikkan suku bunga acuan, karena ekonomi yang masih berdaya tahan.
Kevin Flanagan, Head of Investment Strategy di Wisdom Tree, memperkirakan The Fed akan menghilangkan nada (tone) bias penurunan suku bunga dalam rapat 16-17 Juni. Jika itu terjadi, maka prosesi kebijakan moneter yang bias ketat akan dimulai. Demikian seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.
(aji)

























