Logo Bloomberg Technoz

Penghijauan Masif Jasa Marga Dukung Pembangunan Berkelanjutan


Dok. Jasamarga
Dok. Jasamarga

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar program penanaman pohon serentak di berbagai wilayah operasional sepanjang Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus wujud nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Seremoni utama program tersebut berlangsung di Travoy Rest KM 792A Jalan Tol Gempol Pasuruan, Jawa Timur, pada 24 Juni 2026. Acara dihadiri Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro, jajaran direksi anak usaha, serta sejumlah pejabat perusahaan lainnya.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dimanfaatkan Jasa Marga untuk mempertegas implementasi prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan bisnis jalan tol. Berbagai program yang dijalankan meliputi pengembangan Green Toll Road, Green Corridor, hingga transformasi kawasan rest area menjadi bagian dari ekosistem hijau yang terintegrasi.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Jasa Marga berupaya menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Langkah ini sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa penghijauan merupakan salah satu strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Menanam pohon adalah bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Marga dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan para pemangku kepentingan terkait secara sustainable," ujar Rivan.

Di kawasan Travoy Rest KM 792A, perusahaan melakukan penanaman sebanyak 200 pohon pule. Jenis pohon ini dipilih karena memiliki kemampuan menyerap karbon yang baik serta menghasilkan oksigen dalam jumlah signifikan.

Selain itu, pohon pule memiliki karakteristik yang mendukung pengelolaan kawasan hijau. Guguran daunnya relatif minim sehingga memudahkan perawatan, sementara sistem perakarannya yang kuat membantu menjaga stabilitas tanah.

Penanaman di Travoy Rest KM 792A merupakan bagian dari target penanaman lebih dari 7.000 pohon yang dilakukan Jasa Marga Group sepanjang tahun ini. Program tersebut tersebar di berbagai ruas jalan tol dan rest area yang berada dalam pengelolaan perusahaan.

Kegiatan penghijauan ini tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis koridor jalan tol. Keberadaan pohon diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pengguna jalan.

Penghijauan Berbasis Teknologi dan ESG

Jasa Marga menilai bahwa manfaat program penghijauan dapat diukur secara nyata melalui berbagai indikator lingkungan. Karena itu, perusahaan mulai menerapkan pendekatan berbasis data dalam memantau dampak dari kegiatan penanaman pohon.

Menurut Rivan, program tersebut memberikan manfaat ekologis yang signifikan. Mulai dari peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, hingga peningkatan daya serap air di kawasan jalan tol.

"Program penghijauan yang dilakukan memiliki manfaat yang terukur di antaranya menghasilkan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan daya resap air, serta mampu memberikan pengukuran dampak lingkungan yang lebih akurat sebagai bukti nyata dari implementasi ESG Perseroan," tambah Rivan.

Pada tahun 2026, Jasa Marga juga mulai menghadirkan sistem monitoring digital yang dirancang untuk mendukung pengelolaan program penghijauan. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memantau pertumbuhan pohon secara berkala dan lebih akurat.

Sistem tersebut juga dapat mengukur jejak karbon serta menghitung potensi penyerapan karbon atau carbon offset dari setiap lokasi penghijauan yang dilakukan perusahaan.

Implementasi teknologi tersebut menjadi fondasi dalam pengembangan Green Corridor. Program ini dirancang sebagai koridor hijau yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh area penanaman pohon milik Jasa Marga Group.

Komitmen penghijauan yang dijalankan perusahaan telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Data perusahaan menunjukkan jumlah pohon yang ditanam terus mengalami peningkatan dalam periode tertentu.

Pada tahun 2023, Jasa Marga menanam sebanyak 14.267 pohon. Jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi 50.762 pohon pada tahun 2024. Sementara pada tahun 2025, perusahaan kembali menanam 31.130 pohon di berbagai lokasi.

Perseroan menargetkan jumlah tersebut terus bertambah pada tahun-tahun mendatang. Penanaman dilakukan tidak hanya di koridor jalan tol, tetapi juga di kawasan rest area yang menjadi bagian dari layanan perusahaan.

Selain fokus pada penghijauan, Jasa Marga juga melakukan transformasi besar terhadap kawasan rest area. Langkah ini bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih modern, nyaman, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Menurut Rivan, revitalisasi Travoy Rest mengintegrasikan berbagai aspek mulai dari pelayanan pengguna jalan, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan.

"Selain memperkuat koridor hijau di sepanjang jalan tol, Jasa Marga juga terus mentransformasikan kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan bernilai ekonomi. Revitalisasi Travoy Rest mengintegrasikan aspek pelayanan, pemberdayaan UMKM hingga keberlanjutan lingkungan. Revitalisasi tersebut juga merupakan bagian dari pengembangan Green Toll Road yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol, namun sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," tutup Rivan.

Transformasi Travoy Rest diwujudkan melalui berbagai pembaruan fasilitas. Di antaranya penataan fasad tenant UMKM, pembaruan sistem penunjuk arah, peningkatan lanskap kawasan, serta perbaikan fasilitas umum.

Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia, mulai dari area retail, SPBU, SPKLU, ATM Center, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, tempat ibadah, restoran, hingga area duduk yang lebih nyaman bagi pengunjung.

Strategi pengembangan rest area tersebut juga memberikan kontribusi terhadap kinerja bisnis perusahaan. Pada tahun 2025, pendapatan usaha lain yang berasal dari bisnis rest area mencapai Rp783,2 miliar.

Angka tersebut tumbuh sekitar 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp643,6 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa transformasi kawasan rest area tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga mendukung peningkatan pendapatan perusahaan.

Melalui program penghijauan dan pengembangan Green Toll Road, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya membangun BUMN yang mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkesinambungan.