Secara rinci, belanja K/L didominasi oleh Belanja barang yang mencapai 209,3 triliun rupiah atau tumbuh 114,9%, sementara itu belanja pegawai tercatat naik 25,2% ke level Rp155,1 triliun.
Belanja modal tercatat naik 46,8% secara yoy ke angka Rp81,6 triliun sementara belanja bansos mencatatkan kenaiakan sebesar 46,9% ke angka Rp71,7 triliun secara yoy.
“Belanja barang, belanja modal tumbuhnya kencang dan jumlahnya cukup besar, di jumlahnya itu hampir 300 triliun. Ini strategi pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden untuk memastikan uang pemerintah setiap rupiah yang dibelanjakan itu berdampak positif kepada perekonomian, tepat waktu, dan tepat sasaran dengan kebocoran yang sedikit,” kata Purbaya.
Sementara itu, untuk Transfer ke Daerah tercatat sebesar Rp306,1 triliun yang mencerminkan 44,2% dari APBN.
“Jadi kalas kita bandingkan dengan tahun lalu, lebih tinggi dan lebih cepat. Kita juga ada pemanfaatan anggaran TKD untuk 4,3 juta ASN daerah, 42,3 juta siswa penerima BOS, 5,8 juta siswa PAUD, 992 ribu siswa program kesejahteraan dan 616 ribu guru,” kata Purbaya.
Purbaya juga memastikan bahwa hingga kini, pemerintah sama sekali tidak mengurangi dana untuk program-program transfer ke daerah tersebut.
(ell)


























