"Pikiran melakukan terlalu banyak hal termasuk mengarang cerita, mencari tahu apakah hal tersebut dipercaya dan menambahkan cerita yang sesuai," kata Brown seperti dikutip dari Time Magazine.
Sebuah studi pada 2015 juga menemukan bahwa individu yang berbohong lebih sering menggunakan kedua tangan saat memberi isyarat dibandingkan mereka yang mengatakan hal sebenarnya.
-
Tubuh Terlihat Gelisah
Orang yang tidak jujur sering kali menunjukkan gerakan tubuh yang sulit dikendalikan. Misalnya mengayunkan badan ke depan dan belakang, memiringkan kepala, atau menggeser posisi kaki secara berulang.
Penelitian yang dilakukan profesor psikologi UCLA Edward Geiselman juga menemukan kecenderungan munculnya "grooming behavior" atau gerakan seperti memainkan rambut ketika seseorang sedang berbohong.
-
Senyum Terlihat Dipaksakan
Senyum juga dapat memberikan petunjuk tertentu. Orang yang berbohong cenderung menampilkan senyum yang terlihat tegang atau tidak alami dengan bibir yang dirapatkan.
Mengutip NBC News, senyum tulus biasanya melibatkan seluruh bagian wajah, termasuk area mata. Kerutan halus di sekitar mata umumnya muncul saat seseorang tersenyum secara alami dan sulit ditiru melalui senyum palsu.
-
Wajah Mendadak Pucat
Perubahan ekspresi wajah secara tiba-tiba dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Dalam beberapa kondisi, wajah seseorang dapat terlihat lebih pucat saat sedang menyembunyikan informasi atau mengatakan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan.
Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh respons tubuh terhadap tekanan atau rasa gugup.
-
Berkeringat Berlebihan
Rasa gugup yang muncul saat berbohong dapat memicu perubahan pada sistem saraf otonom. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya keringat, terutama di area T wajah seperti dahi, bibir atas, dagu, dan sekitar mulut.
Selain berkeringat, beberapa orang juga dapat mengalami mulut atau mata yang terasa lebih kering. Tanda lainnya meliputi sering berkedip, menjilat atau menggigit bibir, hingga kesulitan menelan ludah.
-
Perubahan Nada Suara
Cara seseorang berbicara juga dapat memberikan petunjuk tertentu. Ketika merasa gugup, otot pita suara dapat menegang sehingga nada bicara terdengar lebih tinggi dari biasanya.
Selain itu, perubahan volume suara yang terjadi secara tiba-tiba juga kerap dikaitkan dengan upaya menyembunyikan informasi atau ketidakjujuran.
Meski sejumlah tanda di atas sering dikaitkan dengan perilaku berbohong, para ahli mengingatkan bahwa satu tanda saja tidak dapat dijadikan bukti seseorang sedang berbohong. Faktor seperti stres, rasa cemas, atau ketidaknyamanan dalam situasi tertentu juga dapat memunculkan respons yang serupa.
(seo)

























