“Harga minyak kini kembali mencerminkan ekspektasi bahwa kondisi harga tinggi akan bertahan lebih lama,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial Securities Inc. “Jalur dengan hambatan paling kecil bagi harga masih mengarah ke kenaikan dalam jangka pendek, dengan musim berkendara yang segera memasuki puncaknya dan persediaan minyak AS yang terus menyusut.”
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Partai Republik memberikan suara untuk menghentikan perang AS dengan Iran, menunjukkan bahwa kekhawatiran mengenai konflik tersebut mulai meluas bahkan di dalam partai Presiden sendiri, lima bulan menjelang pemilu Kongres.
Namun, pemungutan suara itu tidak akan langsung menghentikan operasi militer AS terhadap Republik Islam tersebut. Resolusi itu masih harus disetujui oleh Senat AS, dan ketentuan dalam War Powers Act 1973 yang digunakan DPR sebagai dasar hukum juga masih menjadi perdebatan dari sisi legalitas.
Harga:
- WTI untuk pengiriman Juli turun 0,2% menjadi US$95,79 per barel pada pukul 06.01 pagi di Singapura.
- Brent untuk pengiriman Agustus naik 1,9% dan ditutup pada US$97,81 per barel pada perdagangan Rabu.
(bbn)





























