Logo Bloomberg Technoz

Kehadiran layanan gadai dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan akses pembiayaan jangka pendek dengan proses yang sederhana. Kondisi tersebut membuat produk yang ditawarkan Pegadaian diterima dengan baik oleh berbagai kalangan, khususnya pelaku UMKM di Dili.

Data operasional hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa layanan kredit gadai telah memproses lebih dari 600 transaksi. Dari transaksi tersebut, total omzet pembiayaan berhasil mencapai USD 329.882.

Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa model bisnis Pegadaian memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar lokal. Selain menyediakan akses dana yang cepat, layanan gadai juga memberikan alternatif pembiayaan yang aman dan mudah dipahami masyarakat.

Program Sosial Perkuat Kehadiran Pegadaian

Selain fokus pada pengembangan bisnis, Pegadaian juga membawa misi sosial dalam ekspansinya ke Timor Leste. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Gadai Peduli yang diperkenalkan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-125 Pegadaian pada 1 April 2026.

Program ini dirancang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak, termasuk biaya pendidikan dan kesehatan. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat memperoleh pinjaman tanpa bunga atau nol persen selama dua bulan dengan plafon hingga USD 100.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Timor Leste. Hingga akhir Mei 2026, total realisasi penyaluran program Gadai Peduli telah mencapai USD 6.406.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat inklusi keuangan sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat. Kehadiran Pegadaian di Timor Leste tidak hanya diarahkan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan bahwa keberhasilan awal operasional di Dili menjadi langkah penting dalam perjalanan ekspansi perusahaan di tingkat regional.

"Kehadiran Pegadaian di Timor Leste mengusung misi besar membawa pelayanan sepenuh hati demi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Kami tidak hanya menyediakan produk gadai konvensional, tetapi juga terus berinovasi untuk menghadirkan diversifikasi produk yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan masyarakat lokal," ujar Damar.

Menurutnya, keberadaan Pegadaian di Timor Leste bukan hanya sekadar memperluas jaringan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas operasional cabang internasional tersebut. Pegadaian akan terus memperkuat kolaborasi bersama BRI Group agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Keberhasilan awal di Timor Leste dipandang sebagai fondasi penting bagi rencana ekspansi berikutnya. Pengalaman yang diperoleh dari operasional di negara tersebut akan menjadi acuan dalam menjajaki peluang pengembangan bisnis di negara lain di kawasan ASEAN.

Langkah ekspansi internasional ini sejalan dengan transformasi Pegadaian yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas cakupan layanan. Perusahaan yang berdiri pada 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat, kini tidak lagi hanya dikenal sebagai perusahaan gadai, tetapi juga sebagai lembaga keuangan yang menawarkan beragam solusi finansial.

Sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Permodalan Nasional Madani (PNM) pada 2021, Pegadaian semakin aktif mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai produk pembiayaan dan investasi.

Perusahaan juga memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia. Status tersebut diperoleh setelah Pegadaian mengantongi izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2024.

Melalui izin tersebut, Pegadaian dapat menjalankan berbagai kegiatan usaha berbasis emas, mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi hingga Perdagangan Emas.

Selain itu, Pegadaian juga menawarkan berbagai produk investasi emas yang dapat diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas. Di sektor pembiayaan, perusahaan menyediakan layanan mulai dari pembiayaan haji dan umrah, kredit mikro, kredit kendaraan, hingga KUR Syariah.

Seluruh layanan tersebut dapat diakses melalui jaringan outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi digital Tring! by Pegadaian yang dikembangkan untuk mendukung transformasi digital perusahaan.

Dengan kinerja awal yang positif di Timor Leste, Pegadaian kini memiliki pijakan baru dalam mewujudkan ambisinya sebagai pemain utama industri gadai dan emas di tingkat regional. Perkembangan tersebut sekaligus mempertegas peran perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di pasar internasional.

(tim)

No more pages