Robot Phone Honor Diklaim Hadirkan Fitur Setara Kamera Pro
Merinda Faradianti
03 June 2026 18:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Honor Device Co. mengungkap lebih banyak detail mengenai konsep ponsel robotik atau Robot Phone yang tengah dikembangkan oleh perusahaan.
Dalam unggahan terbaru di Weibo, Manajer Produk Honor Luo Wei atau yang akrab disapa Lao Luo, menyebut perangkat tersebut diposisikan sebagai alat pencitraan dan videografi mobile yang mampu menghadirkan pengalaman layaknya kamera profesional.
Menurut Luo, Honor Robot Phone dirancang untuk membawa fitur-fitur yang selama ini hanya ditemukan pada industri film dan televisi profesional ke dalam sebuah smartphone.
Pengguna Robot Phone nantinya dapat memanfaatkan format C-Log dan LUT yang umum digunakan dalam proses produksi film untuk memperoleh fleksibilitas lebih besar saat melakukan penyuntingan warna
Tak hanya itu, Honor Robot Phone juga disebut mampu menurunkan berbagai data teknis yang biasa digunakan fotografer dan sutradara, seperti focus lock, white balance lock, AE lock atau eksposur otomatis, hingga data pergerakan kamera.
“Tujuannya adalah membebaskan kamera dari keterbatasan bodi ponsel dan tidak lagi terikat ukuran perangkat. Baik untuk peningkatan perangkat keras maupun eksplorasi cara pengambilan gambar baru, masih ada banyak ruang untuk dikembangkan,” tulis Luo dalam unggahannya, dikutip Rabu (3/6/2026).
Konsep Robot Phone sendiri mengandalkan modul kamera yang dapat bergerak secara mekanis menyerupai gimbal mini. Desain ini memungkinkan kamera melakukan pergerakan otomatis dan pelacakan subjek tanpa memerlukan aksesori tambahan.
Menanggapi kekhawatiran terkait ketahanan perangkat dengan struktur mekanis yang kompleks tersebut, Luo menegaskan bahwa prototipe generasi pertama sudah memiliki ketahanan jatuh setara ponsel flagship saat ini. Namun, ia mengakui bahwa kemampuan tahan air masih memerlukan penyempurnaan.
Menurutnya, Honor akan terus meningkatkan aspek perlindungan perangkat secara bertahap melalui pengembangan berkelanjutan. Dirinya menekankan bahwa teknologi ini bukan sekadar fitur pemasaran sesaat, melainkan arah pengembangan jangka panjang perusahaan.
Luo mengungkapkan bahwa proses penelitian dan pengembangan Robot Phone jauh lebih sulit dari perkiraan awal. Tim insinyur harus menyesuaikan motor berukuran lebih kecil, mengoptimalkan keseimbangan gimbal, menyelesaikan persoalan torsi saat modul kamera berputar, hingga menjaga stabilitas keseluruhan sistem.
“Tim telah melakukan perubahan hingga lima versi berbeda dan membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menyempurnakan fondasi teknologinya,” ujarnya.
Honor juga berupaya membuat teknologi tersebut mudah digunakan oleh pengguna umum. Fitur-fitur berbasis AI akan memungkinkan pelacakan subjek secara otomatis, pengoperasian kamera secara penuh tanpa intervensi manual, serta menyediakan berbagai template pengambilan gambar yang telah diprogram sebelumnya.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna diklaim dapat menghasilkan video bergaya sinematik dengan lebih mudah tanpa harus memahami pengaturan kamera yang rumit atau mempelajari teknik pergerakan kamera profesional.






























