Logo Bloomberg Technoz

Di satu sisi, Presiden AS Donald Trump mengatakan memorandum kesepahaman dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz berpotensi tercapai dalam pekan depan. Meski demikian, ia menegaskan masih ada beberapa poin yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan dapat dirampungkan.

Namun, di sisi lain pertanyaan berbeda datang dari Iran. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran dan kelompok sekutunya di kawasan tengah mempertimbangkan penutupan total Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Ketidakpastian tersebut membuat pasar kembali mengkhawatirkan risiko gangguan pasokan energi terus berlanjut dan memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga aset keuangan dan perdagangan global. 

Sementara bagi rupiah beban ganda datang dari sisi domestik, dalam bentuk sentimen negatif yang belum sepenuhnya reda. Pelaku pasar masih menyoroti inkonsistensi kebijakan dan munculnya berbagai sinyal yang kurang memberikan kepastian terhadap arah pengelolaan ekonomi ke depan. 

Dalam situasi global yang penuh gejolak, pasar cenderung memberikan premi lebih tinggi terhadap negara-negara yang dinilai memiliki risiok kebijakan, termausk Indonesia. 

(dsp/aji)

No more pages