Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai lima menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 2,41 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 182.330 kali.
Sebanyak 181 saham menguat, dan 161 saham melemah. Sementara, 220 saham tidak bergerak.
Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang support 6.070 dan resistance 6.285.
Sentimen pasar pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Indonesia Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 2,94% year–on–year/yoy serta surplus neraca perdagangan yang berpotensi menyusut menjadi US$1,31 miliar.
“Investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global,” papar BRI Danareksa.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah RAJA, HRTA, dan MMIX.
Turut jadi perhatian pasar, menyitir Phintraco Sekuritas, ekspor tiga komoditas, yaitu batu bara, kelapa sawit dan ferro alloy, melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mulai dilaksanakan pada 1 Juni 2026. Implementasi ini merupakan periode transisi di mana kewajiban eksportir untuk melaporkan kegiatan ekspornya melalui PT DSI.
Investor akan mencermati transparansi pelaksanaan kebijakan ini serta bagaimana dampak dari implementasi kebijakan ini terhadap kinerja emiten–emiten yang terkait.
Sementara itu, Menteri Keuangan akan memberikan insentif pajak bagi eksportir yang menempatkan DHE SDA di dalam negeri. Fasilitas ini meliputi tarif PPh yang lebih rendah dengan besaran tarif akan menyesuaikan jangka waktu penempatan dana oleh para eksportir, hingga dapat mencapai 0%.
Bagi eksportir, hal ini diuntungkan dari pemangkasan biaya pajak, tawaran suku bunga kompetitif, serta dapat dijadikan agunan kredit. Bagi bank, memperoleh dana valas murah dan meningkatkan likuiditas.
Dengan itu, secara teknikal IHSG, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot dan histogram negatif MACD berlanjut menyempit.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000–6.300,” papar Phintraco.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HMSP, INDF, ICBP, MTEL, dan GGRM.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street, naiknya harga beberapa komoditas, dan selesainya proses rebalancing indeks MSCI diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar.
Sementara itu, masih besarnya aksi jual investor asing dan kabar berhentinya negosiasi antara AS dan Iran berpeluang menjadi sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.060–5.990 dan resistance 6.195–6.260,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham HRTA, PSAB, EXCL, BRIS, GGRM, dan INDF.
Kabar terbaru, investor masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan gencatan senjata serta masa depan arus distribusi energi melalui Selat Hormuz. Ketidakjelasan perkembangan negosiasi antara AS dan Iran, terus membayangi pasar.
“Jika muncul indikasi lebih lanjut bahwa para pihak tidak lagi aktif bernegosiasi, pasar akan kehilangan sebagian faktor penyangga yang selama ini mendukung ekspektasi skenario terbaik,” ujar Rebecca Babin, Senior Energy Trader di CIBC Private Wealth Group, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, yang disebabkan oleh tensi yang kembali meningkat antara AS–Iran, serta kembali naiknya yield obligasi di global, serta kembali meningkatnya harga minyak.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MTEL, OMED, dan ARTO.
(fad)




























