Meski begitu, Pandu memastikan bahwa Danantara juga akan melakukan rekrutmen di dalam negeri melalui badan usaha milik negara (BUMN).
“Tentu nanti akan ada juga dari BUMN yang akan kita coba rekrut. Juga SDM yang sudah ada itu untuk bisa belajar bareng,” ungkapnya.
Danantara juga membuka peluang adanya transfer pengetahuan dari talenta di luar negeri kepada talenta di dalam negeri.
“Contoh dari sisi pendanaan, kalau sangat fokus kepada trade financing, sebagian besar talentanya tuh tidak banyak di Indonesia, kebanyakan di luar negeri. Ini juga kita harus bisa rekrut untuk mentransfer pengetahuan soal pembiayaan yang menyangkut komoditas,” jelasnya.
Sebelumnya, Danantara telah resmi membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada 18 Mei 2026 dan memiliki kantor pusat di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto.
Mengutip dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, modal dasar Danantara Sumberdaya Indonesia tercatat sebesar Rp100 juta yang terdiri dari 399 lembar saham seri A senilai Rp99.750.000 dan satu lembar saham seri B dengan besaran Rp250.000.
BPI Danantara lewat PT Danantara Asset Management memegang 99 lembar saham seri A dengan nilai Rp24.750.000. Sementara itu, saham Seri B dipegang langsung Pemerintah Republik Indonesia dengan nilai Rp250.000.
Pemegang saham menempatkan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama Danantara Sumberdaya. Adapun, Luke sempat menjabat sebagai Direktur di PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Sementara itu, jabatan komisaris utama Danantara Sumberdaya diisi oleh Harold Jonathan Dharma TJ. Dia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur di Mandiri Sekuritas.
(smr/wdh)






























