Habitat suatu tanaman bukanlah sekadar tempat di peta, melainkan keseluruhan rangkaian kondisi yang dibutuhkannya: suhu, curah hujan, tanah, penggunaan lahan, dan fitur lanskap seperti naungan.
"Salah satu cara untuk menggambarkannya ialah dengan membayangkan tanaman berusaha mengikuti 'lingkungan iklim' yang terus bergerak. Saat suhu menghangat, banyak spesies dapat berpindah ke utara atau ke atas bukit agar tetap di lingkungan yang cukup sejuk. Namun, suhu hanyalah sebagian dari gambaran keseluruhan," kata Junna Wang, peneliti pascadoktoral Universitas Yale, dan Xiaoli Dong, profesor ilmu dan kebijakan lingkungan di Universitas California, Davis, dalam pernyataan bersama, disitir dari Reuters, Selasa (26/5/2025).
Wang dan Dong turut membantu memimpin studi yang diterbitkan dalam jurnal Science.
Di banyak tempat, studi tersebut menunjukkan perubahan iklim memperkecil kombinasi-kombinasi ini, sehingga menyisakan lebih sedikit area di mana semua kondisi yang dibutuhkan suatu spesies masih ada secara bersamaan.
Bagi tumbuhan, pergerakan atau penyebaran, biasanya terjadi lintas generasi, melalui biji atau spora yang terbawa oleh angin, air, hewan, atau gravitasi. Namun, ketika para peneliti membandingkan pergerakan realistis dengan skenario di mana tumbuhan dapat mencapai habitat baru yang sesuai, tingkat kepunahan ternyata sangat mirip.
"Jika pergerakan lambat adalah masalah utama, maka mengizinkan penyebaran tanpa batas seharusnya secara drastis mengurangi risiko kepunahan. Namun, bukan itu yang kami temukan," kata Wang dan Dong.
Hal ini penting bagi konservasi.
“Jika keterbatasan penyebaran adalah faktor utama, maka strategi seperti migrasi terbantu—secara fisik membantu spesies berpindah ke area baru—dapat menyelesaikan sebagian besar masalah. Namun, jika perubahan iklim mengurangi jumlah habitat yang cocok secara keseluruhan, maka sekadar membantu spesies berpindah mungkin tidak cukup,” tambah mereka.
Dampak yang diproyeksikan bervariasi menurut wilayah. Tumbuhan yang beradaptasi dengan iklim dingin di Arktik mungkin kehilangan habitat karena iklim dingin ekstrem menyusut. Wilayah kering, termasuk bagian barat AS dan wilayah beriklim Mediterania, menghadapi risiko kekeringan yang lebih parah, kelembaban tanah yang lebih rendah, dan kebakaran hutan yang lebih sering. Di pesisir selatan dan timur Australia, garis pantai mungkin membatasi pergeseran ke arah kutub.
Pada saat yang sama, keanekaragaman tumbuhan lokal berpotensi meningkat di sekitar 28% permukaan daratan Bumi karena spesies berpindah ke area baru yang sesuai, termasuk bagian tropis dan subtropis di mana peningkatan curah hujan—bukan hanya suhu—dapat menciptakan kondisi yang cocok bagi spesies-spesies baru, demikian temuan para peneliti.
Mereka menggambarkan hal ini sebagai penataan ulang global, di mana beberapa spesies menghilang dari sebagian wilayah historisnya, sementara yang lain berpindah ke area baru. Namun, mereka menegaskan bahwa peningkatan lokal tidak berarti tumbuhan secara keseluruhan dalam kondisi yang lebih baik.
Pergeseran ini juga dapat menciptakan “komunitas baru”—kombinasi tumbuhan yang secara historis belum pernah hidup bersama, tetapi akan mulai berinteraksi untuk pertama kalinya. Bagaimana interaksi ini akan terjadi? Para peneliti mengatakan mereka belum tahu.
Tumbuhan menjadi fondasi sebagian besar ekosistem darat. Mereka menyimpan karbon, menstabilkan tanah, mendukung satwa liar, serta menyediakan makanan, kayu, obat-obatan, dan bahan lainnya. Oleh karena itu, perubahan keanekaragaman tumbuhan dapat menimbulkan efek berantai pada alam dan manusia.
“Jika perubahan iklim mengurangi tutupan vegetasi, ekosistem mungkin menyerap lebih sedikit karbon dioksida dari atmosfer, yang dapat semakin memperparah pemanasan. Hal ini menciptakan lingkaran umpan balik di mana perubahan iklim merusak tumbuhan, dan berkurangnya tutupan/produktivitas tumbuhan pada gilirannya memperburuk perubahan iklim,” kata Wang dan Dong.
"Pada akhirnya, melindungi keanekaragaman tumbuhan bukan hanya soal melestarikan alam demi alam itu sendiri—tetapi juga soal menjaga sistem ekologi yang mendukung komunitas manusia," kata mereka.
(ros)
































