Logo Bloomberg Technoz

Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.578,7/troy ons. Melesat 1,37% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Kabar dari Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Ada kelegaan, karena Amerika Serikat (AS) dan iran santer disebut sudah mendekati kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang meletus sejak akhir Februari lalu.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dialog dengan Iran seputar kesepakatan interim untuk memperpanjang masa gencatan senjata dan melonggarkan arus pelayaran di Selat Hormuz berjalan dengan baik.

Merespons kabar tersebut, harga minyak langsung jatuh. Kemarin, harga minyak jenis brent ambruk 6,61% ke US$ 96,69/barel.

Apabila harga energi bisa lebih terkendali, maka ancaman inflasi bisa dihindari. Dengan begitu, bank sentral di berbagai negara akan punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

(aji)

No more pages