Data pelacakan menunjukkan bahwa kapal VLCC Eagle Verona telah memuat kargonya di Terminal Minyak Basra sejak 28 Februari lalu. Saat ini, kapal tersebut sedang berlayar menuju pelabuhan Ningbo di China, dan dijadwalkan tiba pada 12 Juni mendatang.
Keberangkatan tanker minyak ini menyusul langkah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) bernama Al Hamra, yang sebelumnya telah membawa pengiriman pertama LNG dari Teluk Persia menuju India sejak perang Iran dimulai.
Kantor berita semi-resmi Iranian Students' News Agency (ISNA) pada hari Minggu melaporkan, sebanyak 33 kapal—termasuk tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial lainnya—telah berlayar melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Seluruh kapal tersebut berhasil melintas setelah mengantongi izin resmi dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sementara itu, Komando Sentral AS (CENTCOM) melalui unggahannya di platform X pada hari Sabtu menyatakan bahwa Angkatan Laut AS—yang menerapkan blokadenya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak pertengahan April—telah mengalihkan rute sekitar 100 kapal komersial selama enam minggu jalannya operasi blokade tersebut.
Berdasarkan data maritim Equasis, kapal Eagle Verona dimiliki oleh AET Inc PTE Ltd, sebuah perusahaan Malaysia yang berbasis di Singapura. Pihak perusahaan tidak memberikan respons saat dihubungi melalui email di luar jam kerja pada hari Minggu. Situs resmi perusahaan menunjukkan bahwa AET merupakan bagian dari MISC Group, yang juga merupakan anggota dari grup perusahaan PETRONAS. Menurut data Equasis, MISC dan AET beroperasi di alamat kantor yang sama di Singapura.
(bbn)



























