Tidak hanya mencatat pertumbuhan bisnis, Pegadaian juga berhasil menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat.
Hal itu tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang turun signifikan dari 0,82 persen pada April 2025 menjadi 0,51 persen pada April 2026.
Perbaikan kualitas pembiayaan tersebut memperlihatkan efektivitas strategi manajemen risiko yang dijalankan Perseroan.
Selain itu, Pegadaian juga mencatat peningkatan rasio profitabilitas secara konsisten. Return on Asset (ROA) naik menjadi 7,49 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai 29,72 persen.
Perseroan juga berhasil menekan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) ke level 59,71 persen.
Efisiensi tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan Pegadaian dalam mengoptimalkan biaya operasional sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh insan Pegadaian atas capaian tersebut.
Menurutnya, pencapaian ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan usia Pegadaian yang kini menginjak 125 tahun.
“Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian,” ujar Damar.
Ekspansi Bank Emas Jadi Motor Pertumbuhan
Memasuki usia baru, Pegadaian terus memperkuat transformasi bisnis melalui integrasi layanan digital dan pengembangan ekosistem emas nasional.
Damar mengatakan, inovasi layanan menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Hadirnya komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian,” tambahnya.
Pegadaian kini semakin agresif memperluas bisnis investasi emas melalui pengembangan layanan bulion atau Bank Emas.
Perusahaan bahkan mencatat sejarah sebagai institusi pertama di Indonesia yang memperoleh izin operasional kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Legalitas tersebut diperoleh melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.
Dengan izin tersebut, Pegadaian menghadirkan berbagai layanan bulion yang terintegrasi dan diklaim paling lengkap di Indonesia.
Produk tersebut meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.
Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang kuat untuk mengembangkan sistem Bank Emas nasional.
Selain mayoritas agunan gadai berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas atau vault terbesar di Indonesia dengan standar keamanan internasional.
Langkah ekspansi ini dinilai strategis mengingat tren investasi emas yang terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Emas masih dianggap sebagai instrumen investasi aman atau safe haven yang diminati masyarakat.
Pegadaian optimistis layanan bulion dapat menjadi motor baru pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas inklusi investasi emas di Indonesia.
“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling bersinar dan diminati masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bulion terintegrasi ini, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” tutup Damar.
Transformasi yang dijalankan Pegadaian juga diarahkan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar investasi emas nasional.
Selain memperluas layanan fisik, Pegadaian terus mengembangkan layanan digital agar lebih mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
Aplikasi Tring! menjadi salah satu inovasi yang diandalkan Perseroan dalam mempercepat layanan digital dan investasi emas berbasis teknologi.
Melalui kombinasi transformasi digital, penguatan bisnis pembiayaan, dan ekspansi layanan bulion, Pegadaian optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang 2026.
Perusahaan juga menargetkan kontribusi yang lebih besar terhadap penguatan ekonomi nasional melalui peningkatan inklusi keuangan dan pengembangan ekosistem investasi emas yang berkelanjutan.
(tim)





























