Google telah merombak bisnisnya untuk era AI, berupaya memenangkan hati pelanggan setia mereka dan pengguna korporat. Pichai mengatakan perubahan untuk lebih mengandalkan AI telah membantu meningkatkan penggunaan pencarian. Popularitas aplikasi Gemini, chatbot AI Google, telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun. Aplikasi ini kini memiliki 900 juta pengguna bulanan.
Google bersaing dengan OpenAI dan Anthropic PBC untuk menguasai pasar tool pemrograman berbasis AI, sebuah segmen pasar yang sangat menguntungkan. Dalam beberapa bulan terakhir, para petinggi Google semakin khawatir bahwa perusahaan mereka telah tertinggal dari para pesaingnya dalam bidang pemrograman AI.
Selama acara pada Selasa, perusahaan meluncurkan beberapa tool baru bagi develiper untuk coding menggunakan AI dan mengelola agen di bawah Antigravity, sebuah platform yang diluncurkan Google tahun lalu setelah mengakuisisi talenta dan teknologi dari startup Windsurf dalam kesepakatan senilai US$2,4 miliar.
Google juga memperkenalkan versi baru dari model AI andalannya, Gemini 3.5 Flash, yang diklaim sebagai model terbaiknya hingga saat ini untuk pemrograman.
Google mengatakan model ini lebih cepat dalam beberapa aspek dibandingkan milik rival mereka, dan dapat digunakan dengan biaya lebih murah. Google menambahkan bahwa versi “pro” dari model ini, yang menawarkan kinerja lebih baik dengan harga premium, saat ini digunakan di dalam perusahaan dan akan diluncurkan untuk publik bulan depan.
Baca Juga: Bos Google Cloud Bongkar Rencana Kerja Sama Gemini AI & Siri
“Saya rasa Google memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan dalam pemrograman AI. Google memiliki sejarah dalam menghasilkan kemenangan yang stabil dan bertahap,” kata Ang Li, mantan peneliti DeepMind yang kini menjabat sebagai CEO Simular, startup yang mengembangkan agen AI.
Google juga sedang mengintegrasikan fitur-fitur pemrograman ke dalam Google Search. Pengguna yang berlangganan salah satu paket AI Google akan dapat membuat dasbor khusus di mesin pencari untuk mengelola tugas-tugas seperti merencanakan pernikahan atau memulai rutinitas kebugaran baru.
Google kemudian meluncurkan paket langganan baru yang memungkinkan pengembang mendapatkan akses lebih luas ke berbagai tool AI perusahaan dengan biaya US$100 per bulan.
Dengan peluncuran bertahap seperti ini, perbedaan antara versi gratis dan berbayar dari Google Search semakin melebar. Namun, Nick Fox, VP Google untuk bidang pengetahuan dan informasi, mengatakan bahwa perusahaan masih berfokus pada melayani pelanggan versi gratisan untuk produk tersebut. “Kami sangat berkomitmen agar pencarian dapat diakses oleh miliaran pengguna di seluruh dunia,” kata Fox dalam sebuah wawancara.
Baca Juga: Cerita Politik Kantor di Google yang Korbankan Pengembangan AI
Model baru lainnya, Gemini Omni, dapat digunakan untuk “menciptakan apa pun dari input apa pun,” kata Google. Dengan Omni, pengguna akan dapat menghasilkan video dari prompt termasuk gambar, audio, video, dan teks. Model ini juga dapat digunakan untuk mengedit video menggunakan bahasa percakapan yang sederhana dan diharapkan pada akhirnya dapat berkembang untuk menghasilkan gambar dan audio.
Seiring menjamurnya video yang dihasilkan oleh AI, Google juga akan memperluas penandaan terhadap deepfake. Pichai, setelah memperlihatkan gambar dirinya sedang makan bersama CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Tesla Inc. Elon Musk, berkata: “Jelas itu palsu. Saya tidak makan hamburger.”
Google juga memperbarui aplikasi Gemini agar menjadi destinasi bagi konsumen yang tertarik bereksperimen dengan AI. Pelanggan berbayar dapat berlangganan Daily Brief, ringkasan pagi yang dipersonalisasi tentang apa yang akan terjadi sepanjang hari. Mulai minggu depan, pelanggan akan mendapatkan akses ke asisten, Gemini Spark.
“Spark mewakili pergeseran besar bagi Gemini, mengubahnya dari asisten yang dapat menjawab pertanyaan Anda menjadi mitra aktif yang melakukan pekerjaan nyata atas nama Anda dan di bawah arahan Anda,” tulis Josh Woodward, VP Google, dalam posting blog yang diterbitkan Selasa.
Aplikasi Gemini juga dirombak dengan estetika yang disebut perusahaan sebagai “neural expressive,” yang menampilkan animasi, warna-warna cerah, dan umpan balik haptic.
Desain ini sejalan dengan perubahan tampilan kotak pencarian, yang disebut Google sebagai pembaruan terbesar pada produk tersebut dalam lebih dari seperempat abad.
Kotak pencarian akan meluas untuk kueri yang lebih panjang, memudahkan pengunggahan file dan gambar, serta melakukan lebih banyak hal untuk membantu pengguna menyusun pencarian mereka. Ini merupakan bagian dari upaya Google untuk membantu pengguna mencari informasi dengan cara yang paling alami mungkin, kata Fox.
“Kamu cukup mengetikkan pertanyaan apa pun yang ada di benakmu ke dalam kotak pencarian,” kata Fox. “Kita bisa memperluas wawasan orang-orang mengenai apa saja yang bisa dilakukan oleh fitur pencarian.”
(bbn)





























