Logo Bloomberg Technoz

Kunjungan DPR hingga Danantara Belum Cukup Menenangkan Pasar

Cahya Puteri Abdi Rabbi
20 May 2026 08:05

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kehadiran DPR dan Danantara ke Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, Rabu (20/5/2026), belum cukup menenangkan pasar. 

Sore harinya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,46% ke level 6.370, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 6.396 pada sesi pertama. 

Kejatuhan beruntun ini memperparah rapor merah bursa saham, yang mana sejak awal tahun (ytd) akumulasi koreksi IHSG telah menembus 26,32%, padahal IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) pada tanggal 20 Januari 2026 lalu di level 9.134.


Pada saat mencapai puncak tersebut, kapitalisasi pasar bursa domestik sempat menembus rekor tertinggi di angka Rp16.590 triliun, sebelum akhirnya mengalami tren penurunan hingga ke kisaran level 6.300 pada pertengahan Mei ini akibat berbagai sentimen makro dan geopolitik.

Aksi lego saham melanda hampir seluruh sektor, dipimpin oleh komoditas strategis yang menjadi motor penggerak.