Bursa Asia Menghijau usai Trump Tunda Serangan ke Iran
News
19 May 2026 09:30

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bergerak turun sementara bursa saham Asia merangkak naik pada perdagangan Selasa (19/5). Pergerakan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda serangan militer baru ke Iran, yang sekaligus memunculkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai guna memulihkan jalur logistik energi di Selat Hormuz.
Minyak mentah jenis Brent merosot 2,7% ke kisaran level US$109 per barel setelah Trump membatalkan rencana serangan udara ke Iran menyusul adanya desakan dari negara-negara sekutunya di Teluk Persia. Trump juga menyebut bahwa saat ini "negosiasi serius tengah berlangsung."
Di pasar obligasi, Surat Utang Pemerintah AS (Treasury) sedikit melemah setelah sempat berfluktuasi tajam pada sesi sebelumnya akibat kekhawatiran tingginya harga minyak yang dapat memicu inflasi. Imbal hasil (yield) Treasury tenor 10 tahun naik tipis satu basis poin ke level 4,60%.
Optimisme dari Washington berhasil mendongkrak bursa saham Asia, yang dipimpin oleh penguatan di Jepang dan Australia. Di sisi lain, kontrak berjangka (futures) indeks saham Wall Street bergerak fluktuatif di pasar Asia, setelah sebelumnya sempat rebound dari level terendahnya dalam perdagangan yang bergejolak. Namun, indeks saham sektor semikonduktor mencatatkan penurunan sebesar 2,5%.






























