Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan survei terbaru dari Bank of America Corp (BofA), para manajer investasi terpantau telah meningkatkan alokasi dana mereka ke pasar saham dalam jumlah terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Michael Hartnett dari BofA menyebutkan bahwa besarnya eksposur tersebut hampir memicu munculnya "sinyal jual". Survei itu juga menunjukkan bahwa sebanyak 73% responden mengambil posisi beli (long) pada saham-saham semikonduktor, menjadikannya sebagai tren transaksi paling padat saat ini.

Meski kondisi untuk penurunan panjang dan menyakitkan belum sepenuhnya terbentuk, kelompok produsen chip besar kini menghadapi volatilitas tinggi setelah serangkaian rekor yang didorong kebangkitan demam kecerdasan buatan (AI).

“Ya, kami masih bullish secara taktis, tetapi kami tidak akan mengambil posisi beli maksimal mengingat tingginya probabilitas koreksi yang dipimpin sektor teknologi,” ujar tim JPMorgan Market Intelligence yang dipimpin Andrew Tyler. Ia menambahkan bahwa pelemahan pasar kemungkinan tetap akan dimanfaatkan investor untuk membeli saham.

Fokus pasar kini tertuju pada laporan keuangan Nvidia Corp yang dijadwalkan dirilis Rabu setelah penutupan perdagangan.

Kinerja raksasa chip tersebut dinilai semakin penting di tengah pasar yang mulai kelelahan dan kembali dihantui kekhawatiran kenaikan imbal hasil obligasi serta potensi kenaikan suku bunga The Fed akibat inflasi yang kembali meningkat, menurut Paul Stanley dari Granite Bay Wealth Management.

“Investor membutuhkan kepastian bahwa kisah AI masih hidup dan perusahaan mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang cukup untuk mendukung valuasinya yang tinggi,” ujarnya. “Kami percaya Nvidia akan melaporkan hasil keuangan yang membenarkan valuasinya, dan itulah yang saat ini dicari pasar saham.”

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, NATO tengah membahas kemungkinan membantu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz apabila jalur pelayaran vital tersebut belum dibuka kembali pada awal Juli.

Di Asia, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing pada Selasa malam dengan tujuan memperkuat hubungan dengan Presiden China Xi Jinping serta mendorong kemajuan proyek energi yang telah lama tertunda.

(bbn)

No more pages