Rupiah di Luar Negeri Sudah Nyaris Rp17.800/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
20 May 2026 08:02

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah di pasar luar negeri. Pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026), rupiah sempat dibuka stagnan di 17.757/US$ di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF). Namun, tak lama berselang rupiah offshore melemah 0,23% ke posisi Rp17.797/US$ pada 07:25 WIB.
Laju indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama sempat tertahan kemarin, tetapi kembali menguat dan menyentuh 99,32. Begitu juga dengan harga minyak mentah, meski menyusut 0,36% namun masih bertahan di atas level US$110 per barel.
Harga minyak mentah yang bertahan tinggi lebih lama membuat sebagian mata uang kawasan melemah. Hanya yuan offshore, dan yen Jepang yang mampu bersikap defensif walau penguatannya sangat tipis.
Di tengah pelemahan mata uang Garuda yang makin persisten, hari ini Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter akan mengumumkan suku bunga acuan. Pasar mengharapkan sikap hawkish dari BI untuk meredam gejolak rupiah.
Konsensus yang dihimpun Bloomberg terhadap 40 orang ekonom/analis mencapai median estimasi di 5%. Artinya, secara konsensus para ekonom dan pelaku pasar mengharapkan kenaikan suku bunga acuan agar pasar domestik kembali menarik minat investor di tengah arus modal keluar saat ini.

























