Menhan Soal Status Indonesia di BoP dan ISF: Ditinggalkan
Dovana Hasiana
19 May 2026 14:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan status hingga peran terkini Indonesia di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) hingga pasukan perdamaian International Stabilization Force (ISF) yang diinisasi oleh Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Dia menyebut Indonesia untuk sementara meninggalkan seluruh kegiatan pada Board of Peace dan International Stabilization Force. Hal ini menyusul intensitas konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran yang sangat tinggi.
Menurut dia, ada perubahan sikap seiring kondisi terkini pasca perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Perlu diketahui, Israel memang masih memperluas kendalinya atas wilayah Gaza meski sudah memutuskan bergabung ke Board of Peace.
"Dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Israel yang sangat tinggi, sehingga Board of Peace cenderung left behind. Nah, karena Board of Peace left behind, International Stabilization Force juga left behind," ujar Sjafrie dalam rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (19/05/2026).
Dia mengungkap, Board of Peace sebenarnya merupakan inisiatif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membantu Palestina di Gaza. Menurut dia, Indonesia diundang bergabung ke Board of Peace karena merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan memperhatikan masalah kemanusiaan di Gaza. Setelah itu, Trump kemudian membentuk International Stabilization Force, di mana Indonesia juga turut bergabung.
Meski demikian, Sjafrie mengatakan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia telah menyiapkan brigade komposit untuk bergabung dengan ISF atau pasukan perdamaian tersebut. Saat ini, Indonesia masih siap siaga (standby) untuk menunggu arahan implementasi lebih lanjut dari AS.





























