Logo Bloomberg Technoz

Biaya Tambang RI Kian Naik, Sentimen Royalti Gerus Sektor Minerba

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 May 2026 12:30

Seorang karyawan memeriksa sampel inti bor di gudang inti bor di tambang emas dan perak Martabe di Batang Toru, Sumut./Bloomberg-Dadang Tri
Seorang karyawan memeriksa sampel inti bor di gudang inti bor di tambang emas dan perak Martabe di Batang Toru, Sumut./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan ongkos tambang di Indonesia terus mengalami peningkatan, terlebih dengan rencana diberlakukannya mandatori biodiesel B50 hingga kenaikan harga solar industri.

Kondisi tersebut bakal makin diperparah jika nantinya tarif royalti komoditas mineral resmi mengalami kenaikan, setelah wacana tersebut ditunda pemerintah saat ini.

Ketua Komite Komite Pertambangan Minerba Bidang ESDM Apindo Hendra Sinadia berpendapat, jika dilihat dari biaya tambang murni, memang ongkos penambangan untuk sejumlah komoditas di Indonesia masih kompetitif dibandingkan dengan negara lain.


Akan tetapi, saat ini biaya ongkos tambang tidak lagi hanya menghitung ongkos pengupasan (stripping), pengangkutan, dan pengolahan.

Dia menegaskan terdapat tambahan tekanan dari kenaikan harga solar industri, rencana penggunaan B50, pemangkasan kuota produksi, perubahan formula Harga Patokan Mineral (HPM), kewajiban penetapan devisa hasil ekspor (DHE SDA), hingga biaya terkait perizinan dan lingkungan.