Kondisi pasar kian diperparah oleh situasi di Teluk Persia pada akhir pekan lalu setelah sejumlah fasilitas energi menjadi sasaran tembak. Serangan pesawat nirawak (drone) dilaporkan memicu kebakaran di sebuah fasilitas nuklir Uni Emirat Arab (UEA), yang sekaligus mempertegas betapa rapuhnya gencatan senjata yang tengah berjalan saat ini.
Laporan dari media semi-resmi Iran mengindikasikan bahwa kedua belah pihak yang berkonflik masih jauh dari kata sepakat. Kantor berita Mehr menyatakan bahwa Washington "tidak menawarkan konsesi nyata" melainkan justru berusaha "mendapatkan konsesi yang gagal mereka raih selama perang, yang pada akhirnya akan membawa negosiasi ini ke jalan buntu."
Trump pada Sabtu dilaporkan bertemu Wakil Presiden JD Vance, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe untuk membahas perang tersebut, menurut laporan Axios. Trump juga dijadwalkan kembali bertemu tim keamanan nasionalnya pada Selasa.
“Kami ingin mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada Axios, seraya menambahkan dirinya masih menunggu proposal terbaru dari Iran.
“Mereka belum berada di posisi yang kami inginkan. Mereka harus sampai ke sana atau akan terkena serangan besar, dan mereka tidak menginginkan itu,” lanjutnya.
Sejak gencatan senjata dimulai pada 8 April, Trump berulang kali mengancam akan melanjutkan kampanye pengeboman yang dimulai pada 28 Februari.
Harga minyak:
- Brent untuk pengiriman Juli naik 1,1% menjadi US$110,43 per barel pada pukul 07.02 waktu Singapura.
- WTI untuk pengiriman Juni — yang berakhir pada Selasa — naik 1,7% menjadi US$107,26 per barel.
- Kontrak Juli yang lebih aktif naik 1,3% menjadi US$102,34 per barel.
(bbn)




























