Logo Bloomberg Technoz

Berbicara setelah Xi, Trump memuji sambutan yang diterimanya dan menyebut Xi sebagai “pemimpin yang hebat.”  “Hubungan antara China dan AS akan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Trump.

Dia lantas menyoroti delegasi bisnis yang ikut dalam kunjungannya, termasuk Jensen Huang dari Nvidia dan Elon Musk dari Tesla. Para pemimpin korporasi AS ini “ada di sini hari ini untuk menghormati Anda dan Tiongkok, dan mereka menantikan perdagangan dan berbisnis, dan hal ini akan sepenuhnya timbal balik dari pihak kami,” ujarnya.

Dalam upacara penyambutan, Xi dan Trump berjalan bersama dan berhenti untuk menyapa para pejabat tinggi China, dimulai dengan Cai Qi, Kepala Staf Xi, dilanjutkan dengan delegasi AS yang terdiri dari Duta Besar AS untuk China, David Perdue, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. 

Hubungan antara Washington dan Beijing telah stabil sejak kedua presiden bertemu pada Oktober lalu di Busan, Korea Selatan. Namun, ketegangan tetap ada, dengan perang AS-Israel melawan Iran menjadi titik panas terbaru. 

Trump tiba di Tiongkok untuk menghadiri pertemuan puncak perdagangan Xi, sementara perang dengan Iran masih dalam tahap ketidakpastian (Bloomberg)

Ketidakcocokan juga masih berlanjut terkait dominasi China atas pasokan logam tanah jarang dan pembatasan ekspor AS yang membatasi kemampuan perusahaan-perusahaan China untuk mengakses chip mutakhir.

Menjelang pertemuan, Rubio mengatakan hubungan dengan China adalah “tantangan politik utama kita, secara geopolitik, dan juga hubungan terpenting yang harus kita kelola.”

“Itu adalah negara besar dan kuat. Negara itu akan terus tumbuh, tetapi kita akan memiliki kepentingan yang akan bertentangan dengan kepentingan mereka,” kata Rubio dalam wawancara dengan Fox News yang direkam di dalam Air Force One dan ditayangkan sesaat menjelang pertemuan tersebut.

Donald Trump dan Xi Jinping bertemua di Beijing. dok: Bloomberg

Walau hasil konkret dari pembicaraan tersebut kemungkinan besar baru akan jelas setelah KTT berakhir, topik-topik yang masuk dalam agenda diperkirakan mencakup perdagangan, tarif, Taiwan, dan Iran.

Trump, yang memasukkan sekelompok eksekutif perusahaan AS termasuk Musk dan Huang ke dalam rombongannya, mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah meminta Xi untuk menghapus hambatan perdagangan.

“Saya akan meminta Presiden Xi, seorang Pemimpin yang luar biasa, untuk ‘membuka’ Tiongkok sehingga orang-orang brilian ini dapat menunjukkan keahlian mereka, dan membantu membawa Republik Rakyat China ke tingkat yang lebih tinggi,” tulis pemimpin AS itu dalam sebuah postingan media sosial.

AS dan China sedang mempertimbangkan kerangka kerja potensial di mana masing-masing negara mengidentifikasi barang senilai sekitar US$30 miliar yang tarifnya dapat dilonggarkan tanpa mengancam kepentingan keamanan nasional, seperti dilaporkan Reuters, mengutip empat sumber yang tidak disebutkan namanya yang familiar dengan tujuan administrasi Trump. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait laporan tersebut.

Rubio kemudian memberi bocoran dalam wawancara dengan Fox News bahwa AS akan mendesak China untuk membantu mengakhiri perang di Iran, karena negosiasi mengenai kesepakatan damai terus menjadi masalah bagi Gedung Putih.

(bbn)

No more pages