Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, saham BREN tergelincir 8,13% ke level Rp3,310 per saham. Saham perusahaan setrum panas bumi itu sempat menyentuh level Rp3.570 per saham, dengan transaksi mencapai Rp195,87 miliar.

Di sisi lain, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 9,09% ke level Rp3.700 per saham dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) minus 9,44% ke level Rp1.055 per saham.

Adapun, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terkoreksi 2,47% ke level Rp1.380 per saham. Setelah didepak dari MSCI Global Standard Index, saham AMRT masuk ke dalam kategori MSCI Small Cap Indexes.

Bebani IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), dibuka melemah. Pada pukul 9.01, indeks kehilangan 94,95 poin atau setara 1,38% ke level 6.763.

Berdasarkan data perdagangan BEI, volume perdagangan sudah tercatat mencapai 9,68 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,65 triliun hanya berselang lima menit setelah pembukaan perdagangan.

Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 216.884 kali. Sebanyak 161 saham menguat, dan 321 saham melemah. Sementara, 205 saham tidak bergerak.

Untuk perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG tertekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kembali menuju level terlemahnya di atas Rp17.500/US$ dan juga antisipasi pasar mengenai pengumuman rebalancing MSCI.

Saat ini, BRI Danareksa memprediksi pergerakan harga IHSG cukup dalam kondisi tertekan akibat adanya pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026.

“Oleh karena itu, IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas cenderung melemah dengan level resistance terdekat pada 6.960–7.000 dan support pada 6.760–6.780,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

(naw)

No more pages