Logo Bloomberg Technoz

"Jadi kita kendalikan supaya investor asing tidak keluar atau malah masuk kalau yield membaik, sehingga rupiah akan menguat, kita akan masuk mulai besok," papar Purbaya.

Di tengah euforia angka pertumbuhan ekonomi 5,61%, rupiah justru mencatat posisi terendah sepanjang sejarah di Rp17.510/US$. Mata uang Ibu Pertiwi terdepresiasi 0,56% pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), pukul 10:10 WIB.

Pelemahan nilai tukar rupiah tentu berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menanggapi hal ini, Purbaya meyakini bahwa keuangan negara akan tetap aman meski rupiah melemah. Pasalnya, pemerintah telah menghitung efek kenaikan harga minyak beserta pelemahan rupiah ke dalam simulasi APBN hingga akhir tahun ini.

"Pada waktu kita hitung  simulasi itu asumsi rupiah sudah di atas target APBN, tidak jauh dengan sekarang. Jadi apbn akan relatif aman, tapi kita akan coba memantau nilai tukar, kita membantu BI sedikit-sedikit.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya lagi-lagi menyerahkan solusi penanganan utama nilai tukar kepada Bank Indonesia sebagai pengampu tugas stabilitas moneter.

"Anda mesti tanya bank sentral, tugas bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar, dan kita serahkan kepada ahlinya, saya pikir mereka akan bisa mengendalikan dengan baik," ujar Purbaya.

(lav)

No more pages