Investor Jepang tersebut, yang terbiasa menerima pertanyaan serupa dari berbagai pimpinan perusahaan, tertarik dengan pendekatan yang dilakukan langsung oleh seorang kepala negara dan mulai meninjau masalah tersebut dengan serius, kata salah satu sumber tersebut.
Macron dan Son kemungkinan akan mengumumkan rencana mereka dalam acara Choose France Summit — sebuah pertemuan tahunan para pemimpin industri terkemuka yang digagas Macron pada tahun 2018 untuk menarik investasi asing dan mempromosikan daya tarik Prancis sebagai tujuan bisnis.
Baca Juga: Apakah Bisnis Pusat Data Merusak Bumi?
Rincian proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan, dan cakupan investasi potensial tersebut dapat berubah, kata para sumber. Son dikenal memiliki daftar panjang ide investasi yang ia revisi secara berkala. Son diketahui juga telah mengumumkan investasi infrastruktur AI bernilai ratusan miliar dolar AS di seluruh dunia yang belum terealisasi.
Perwakilan SoftBank menolak memberikan komentar. Kantor Presiden Prancis tidak menanggapi permintaan komentar.
Rencana Prancis tersebut menyusul pengumuman SoftBank pada bulan Maret untuk meluncurkan proyek pusat data berskala besar di Ohio, yang berpotensi mengalokasikan dana sebesar US$500 miliar untuk membangun kapasitas sebesar 10 gigawatt (GW). Proyek ini akan menjadi kompleks komputasi AI yang didukung oleh listrik berbahan bakar gas alam senilai sekitar US$33 miliar.
Upaya ini ditambah dengan inisiatif Stargate US$500 miliar yang sedang dikerjakan SoftBank bekerja sama dengan OpenAI, Oracle Corp., dan MGX dari Abu Dhabi untuk meluncurkan fasilitas pusat data di seluruh AS. Selain proyek pusat data, SoftBank telah berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari US$60 miliar di OpenAI untuk mendapatkan saham sekitar 13%.
Upaya ini menyoroti ambisi Son yang semakin besar untuk mengamankan basis pusat data di lokasi-lokasi utama di seluruh dunia, seiring banyaknya perusahaan AI ambil bagian untuk memperoleh daya komputasi yang memadai dan memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap layanan mereka. Bagi SoftBank, usaha-usaha baru ini mungkin membantu memperluas sumber pendapatan terkait AI di luar ChatGPT.
Saham SoftBank naik hingga 4,4% pada awal perdagangan di Tokyo. Unit mobile perusahaan tersebut melaporkan pendapatan yang solid pada hari Senin dan mengatakan bahwa mereka berencana untuk memproduksi sel baterai berskala besar untuk memenuhi kebutuhan energi pusat data AI.
Meski demikian, muncul pertanyaan apakah Son mampu menggalang pendanaan yang cukup untuk mewujudkan semua ambisinya di bidang AI. SoftBank telah memangkas rencana pinjaman dengan margin US$10 miliar yang dijamin oleh saham OpenAI usai menghadapi keraguan dari beberapa kreditur, dilaporkan Bloomberg.
Konglomerat Jepang tersebut dan para bankir yang membantunya dalam proses pengajuan pinjaman tersebut menyebutkan bahwa mereka menargetkan jumlah sebesar $6 miliar.
Sharon Chen dari Bloomberg Intelligence meyakini bahwa perusahaan investasi kakap Jepang tersebut masih akan bergantung pada permodalan pihak ketiga dengan skema pembiayaan untuk bisnis infrastruktur AI di Prancis.
“Kami menghitung bahwa SoftBank memiliki ruang investasi sekitar US$15 hingga uS$20 miliar sebelum mencapai batas rasio loan-to-value atau LTV sebesar 25% yang ditetapkan sendiri, setelah harga saham Arm naik lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun dan dengan asumsi valuasi OpenAI didasarkan pada putaran pendanaan terbarunya.”
Sekadar untuk diketahui, raksasa teknologi secara signifikan tengah meningkatkan belanja modal mereka untuk infrastruktur AI tahun ini. Amazon.com Inc., Alphabet Inc., Microsoft Corp., dan Meta Platforms Inc., kini berencana mengucurkan dana hingga US$725 miliar hanya di tahun ini, yang nilainya hampir dua kali lipat dari tahun lalu.
Macron telah menjadi pendukung serius bagi negara-negara di luar AS dan China untuk membangun infrastruktur AI mereka sendiri.
Macron mengedepankan ide AI yang berdaulat dan investasi pada pemain lokal seperti Mistral AI agar negara-negara memiliki kendali atas data dan teknologi mereka.
Macron lantas mempromosikan Prancis sebagai tujuan yang menarik berkat jaringan listrik dan pasokan tenaga nuklirnya. Pada KTT Choose France tahun lalu, Nvidia Corp. dan MGX mengumumkan rencana bersama perusahaan AI Prancis Mistral untuk membangun situs berkapasitas 1,4 GW. Uni Emirat Arab (UEA) saat itu menyatakan akan menghabiskan antara €30 miliar atau setara US$35,3 miliar dan €50 miliar untuk kampus baru di negara tersebut, menurut pejabat Prancis.
(bbn)






























