Lebih jauh dijelaskan bahwa pelaku dapat meniru pola bicara dan gaya komunikasi eksekutif perusahaan untuk menginstruksikan transfer dana palsu atau memanipulasi proses persetujuan internal.
Model serangan tersebut dinilai memperbesar risiko kerugian finansial sekaligus meningkatkan ancaman reputasi dan tata kelola perusahaan.
Dalam tiga bulan, sektor keuangan disebut mengalami kerugian lebih dari US$44 juta atau setara lebih dari Rp700 miliar akibat berbagai modus penipuan digital berbasis AI pada periode November 2024 hingga Februari 2025.
"Penipuan peniruan identitas menjadi perhatian kritis dalam lingkungan keuangan yang dipercepat secara digital."
(mef/wep)
No more pages






























