Kedua, capaian Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kemarin dirilis memang masih berada di zona optimistis. Namun pada kelompok kelas menengah-bawah, optimisme itu mulai retak.
Tekanan kenaikan harga telah menggerus daya beli kelompok ekonomi dengan pengeluaran Rp1 juta-Rp4 juta. Pada kelompok pengeluaran Rp1-2 juta, indeks ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan (IEP) turun menjadi 129,2 pada April, dari posisi sebelumnya 131,1 pada Maret.
Kelompok Rp2,1-Rp3 juta juga turun dari 135,2 menjadi 132,8. Sementara kelompok Rp3,1-Rp4 juta relatif stagnan di kisaran 134. Sebaliknya, optimisme justru meningkat pada kelompok Rp4,1-Rp5 juta dan di atas Rp5 juta.
Ketiga, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp240 triliun per akhir Maret dan belum ada sinyal penyesuaian belanja negara. Pada kuartal I-2026, belanja pemerintah tercatat melonjak 21,81% secara tahunan, angka ini terakselerasi dari kuartal sebelumnya yang hanya 4,55%.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini bukan semata berasal dari faktor eksternal seperti perang Timur Tengah atau pergerakan dolar AS yang menguat, akan tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketahanan ekonomi domestik.
Lonjakan belanja pemerintah hingga 21,81% pada kuartal lalu memang membantu menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Tapi ekspansi fiskal yang terlalu cepat di tengah tekanan global malahan meningkatkan kebutuhan pembiayaan negara.
Hari ini, pemerintah juga berencana kembali melelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target Rp36 triliun. Sementara, Bank Indonesia dalam sepekan dua kali menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Dengan begitu, otoritas fiskal dan moneter sama-sama menghimpun dana utang, yang tentu harus dibayar lebih mahal dengan komitmen kesepakatan imbal hasil untuk menarik investor.
Analisa Teknikal
Di tengah berbagai sentimen ini, lantas ke mana arah rupiah hari ini?
Secara teknikal, rupiah masih berisiko melemah hari ini. Adapun rupiah bisa saja melemah menembus support Rp17.425/US$. Support selanjutnya bisa menuju Rp17.450/US$.
Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp17.500/US$ sebagai target paling pesimistis.
Sebaliknya, rupiah memiliki level resistance terdekat di Rp17.400/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance selanjutnya di Rp17.300/US$.
(riset/aji)


























