Logo Bloomberg Technoz

Tedros menyampaikan bahwa virus Andes memiliki masa inkubasi yang panjang dibanding beberapa virus lain.

Ia mengatakan:

"Mengingat masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan."

Pernyataan tersebut meningkatkan perhatian internasional terhadap potensi penyebaran lintas negara.

Mengapa WHO Mengeluarkan Peringatan Internasional?

WHO menilai kapal pesiar menjadi salah satu lingkungan yang memungkinkan penularan terjadi lebih cepat karena interaksi antarpengunjung berlangsung dalam waktu lama dan ruang tertutup.

Selain itu, para penumpang MV Hondius berasal dari berbagai negara sehingga potensi penyebaran internasional menjadi lebih besar.

Langkah pelacakan kontak kini menjadi fokus utama untuk memastikan rantai penularan dapat dihentikan lebih awal.

Direktur Darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, mengatakan wabah diperkirakan masih dapat dikendalikan apabila kerja sama internasional berjalan dengan baik.

Menurutnya:

  • Pelacakan kontak harus dilakukan cepat

  • Isolasi pasien tetap diperlukan

  • Pemantauan kesehatan wajib diperketat

  • Koordinasi antarnegara menjadi kunci utama

Daftar 12 Negara yang Mendapat Peringatan WHO

WHO telah menghubungi otoritas kesehatan di 12 negara yang memiliki penumpang terkait perjalanan kapal MV Hondius.

Berikut daftar negara yang diminta melakukan pemantauan:

  • Belanda

  • Jerman

  • Inggris

  • Amerika Serikat

  • Swiss

  • Afrika Selatan

  • Turki

  • Argentina

  • Chile

  • Uruguay

  • Australia

  • Belgia

Negara-negara tersebut kini aktif melakukan identifikasi terhadap penumpang dan kontak erat mereka.

Kapal MV Hondius Jadi Pusat Perhatian

Kapal pesiar MV Hondius saat ini menjadi pusat perhatian internasional.

Kapal tersebut dijadwalkan tiba di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu 10 Mei 2026.

Pemerintah Spanyol telah menyiapkan prosedur penanganan khusus terhadap seluruh penumpang.

Langkah yang disiapkan antara lain:

  • Evaluasi medis menyeluruh

  • Isolasi penumpang

  • Pemeriksaan gejala lanjutan

  • Pembatasan interaksi dengan warga lokal

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan penyebaran virus ke masyarakat umum.

Penumpang Akan Dipulangkan Secara Bertahap

Otoritas Spanyol juga menyiapkan proses repatriasi untuk penumpang berkewarganegaraan asing.

Para penumpang non-Spanyol akan dipulangkan menggunakan penerbangan khusus yang telah disiapkan.

Bahkan penumpang dengan gejala ringan tetap akan menjalani pemeriksaan tambahan sebelum dipulangkan.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat masa inkubasi virus cukup panjang.

Operator Kapal Pastikan Tidak Ada Kasus Baru

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan bahwa saat ini belum ditemukan kasus simtomatik baru di atas kapal.

Pihak operator menjelaskan bahwa seorang penumpang yang sakit sebelumnya telah dievakuasi dan diterbangkan ke Amsterdam pada Kamis lalu.

Meski demikian, seluruh penumpang tetap menjalani pengawasan kesehatan ketat.

Pihak kapal juga bekerja sama dengan WHO dan otoritas kesehatan internasional dalam proses investigasi.

Kronologi Awal Wabah di MV Hondius

Ilustrasi Hanta Virus (Dok. Envato)

Kasus pertama diketahui melibatkan pasangan suami istri asal Belanda.

Berikut kronologinya:

  • Sang suami meninggal di atas kapal pada 11 April 2026

  • Sang istri meninggal kemudian di Afrika Selatan

  • Korban ketiga merupakan penumpang asal Jerman

  • Penumpang asal Jerman meninggal pada 2 Mei 2026

Jenazah korban asal Jerman disebut masih berada di atas kapal hingga saat ini.

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa seriusnya situasi yang sedang ditangani.

Asal Virus Masih Diselidiki

Hingga kini otoritas Argentina belum dapat memastikan sumber utama penyebaran virus di kapal tersebut.

Kapal MV Hondius diketahui memulai perjalanan dari Ushuaia pada 1 April 2026.

Sebelum keberangkatan, penumpang sempat mengunjungi beberapa negara di Amerika Selatan.

Negara yang dikunjungi meliputi:

  • Chile

  • Uruguay

  • Argentina

Investigasi masih berlangsung untuk mengetahui apakah penularan terjadi sebelum naik kapal atau saat pelayaran berlangsung.

Apa Itu Hantavirus Andes?

Hantavirus Andes merupakan salah satu strain hantavirus yang dikenal dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Virus ini berbeda dengan beberapa jenis hantavirus lain yang umumnya hanya menyebar melalui hewan pengerat.

WHO menjelaskan bahwa penyebaran strain Andes biasanya memerlukan:

  • Kontak sangat dekat

  • Interaksi berkepanjangan

  • Paparan cairan tubuh tertentu

Karena itu, risiko penularan kepada masyarakat umum dinilai masih relatif rendah.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Meski kasusnya tergolong jarang, hantavirus dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak ditangani cepat.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

  • Demam tinggi

  • Nyeri otot

  • Sakit kepala

  • Gangguan pernapasan

  • Kelelahan ekstrem

  • Batuk

  • Mual

Pada kasus berat, pasien dapat mengalami gangguan paru-paru serius hingga kematian.

Mengapa Masa Inkubasi Jadi Perhatian?

Salah satu alasan WHO meningkatkan kewaspadaan adalah karena masa inkubasi virus Andes cukup panjang.

Virus ini dapat berkembang dalam tubuh selama:

  • Hingga enam minggu

Artinya, seseorang dapat terlihat sehat dalam waktu lama sebelum akhirnya menunjukkan gejala.

Kondisi tersebut membuat pelacakan kontak menjadi lebih sulit dibanding wabah biasa.

WHO Tegaskan Risiko Publik Masih Rendah

Meski alarm kesehatan internasional sudah dikeluarkan, WHO tetap menegaskan bahwa risiko untuk masyarakat umum masih rendah.

Hal tersebut karena:

  • Virus tidak mudah menyebar

  • Penularan memerlukan kontak dekat

  • Sebagian besar kasus masih terbatas pada penumpang tertentu

Namun WHO meminta seluruh negara tetap waspada dan aktif melakukan pemantauan kesehatan.

Pelacakan Internasional Terus Dilakukan

Karena melibatkan penumpang dari 23 negara berbeda, proses pelacakan kini dilakukan lintas benua.

Otoritas kesehatan dunia kini bekerja sama untuk:

  • Mengidentifikasi penumpang

  • Menelusuri kontak erat

  • Melakukan pemeriksaan medis

  • Menyiapkan isolasi bila diperlukan

Kerja sama internasional dianggap menjadi faktor penting untuk mencegah wabah berkembang lebih luas.

Dunia Kembali Diingatkan Soal Ancaman Penyakit Menular

Kasus wabah di kapal MV Hondius kembali memperlihatkan bahwa mobilitas global dapat mempercepat perhatian internasional terhadap penyakit menular.

Meski WHO menilai wabah ini kemungkinan tetap terbatas, pemantauan ketat tetap dilakukan karena penyebaran lintas negara sudah terjadi.

Dengan masa inkubasi yang panjang dan penumpang berasal dari banyak negara, dunia kini menunggu hasil investigasi lanjutan terkait sumber utama penyebaran virus Andes di kapal pesiar tersebut.

(seo)

No more pages